AMBON, Siwalimanews – Upaya untuk hilirisasi sagu di Provinsi Maluku yang diusulkan Gubernur Maluku, Hendrik LeweÂrisÂsa mendapat dukungan penuh Pemerintah Pusat.
Dukungan ini diberikan Wakil MenÂteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza PatÂria usia menerima dokumen usuÂlan hilirisasi di Bali, Sabtu (9/8).
“Kalau dilihat dari manfaatnya, tertarik kita. Bagus itu. Kita dukung penuh Pak Gubernur,” kata WaÂmenÂdes PDT saat berdiskusi deÂngan Gubernur Hendrik LeweÂrissa.
Gayung pun memberikan duÂkungan Pemerintah Pusat terÂhadap upaya hilirisasi sagu di Maluku tersebut direspon positif oleh Gubernur.
Gubernur menjelaskan Desa Salagor Kota, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur akan menjadi locus utama program hilirisasi sagu.
Menurut gubernur, di wilayah ini telah disiapkan 35.421 hektar lahan untuk penanaman bibit anakan sagu, yang merupakan salah satu komoditi lokal. Selain total lahan potensial untuk Maluku secara keseluruhan sebanyak 36.462 hektar.
Upaya hilirisasi sagu kata GuberÂnur sejalan dengan Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
“Implementasinya tertuang dalam Sapta Cita ke-6 Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yakni peningkatan pertumbuhan ekonoÂmi yang inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan, pemberian insentif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), membuka akÂsesibilitas pasar dan menguÂrangi disparitas antar wilayah,” tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima Siwalimanews, Sabtu (9/8).
Dijelaskan, industri pengelolaan sagu akan menjadi perhatian khusus Pemerintah Pusat, maka Pemerintah Provinsi berupaya untuk melaksanakan hilirisasi sagu demi mendukung swasemÂbada pangan di Indonesia.
Apalagi, Maluku masuk dalam lima besar daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia setelah Riau dan Papua Tengah.
“Manfaat tanamam sagu ketika diolah menjadi tepung, memiliki perbedan atau manfaat dan kualitas lebih dari tepung beras dan banyak aneka produk hasil olahan sagu dari Maluku seperti Mie Sagu Cempaka (produk olahan dari Ambon), Sagu Ratu Andan (tepung sagu dari Seram Timur), Tepung Sagu (produk dari Amahai), dan Sawa (beras sagu Waraka), Maluku Tengah,” beberÂnya.
Gubernur memastikan pihaknya telah menyiapkan sekitar 21.839 hektar lahan untuk budidaya paÂngan sagu dan dari lahan budidaya akan menghasilkan 14.122 ton setiap kali produksi.
“Lokasi lahannya ini di samping jalan nasional. Kita mohon dukuÂngannya. Ini kawasan industri Pak Wamen. Sayang kalau tidak dimanÂfaatÂkan,” tutur Gubernur.(S-20)