AMBON, Siwalima.id - Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 dan Survei Status Gizi Indonesia 2024, angka prevalensi stunting Maluku pada 2023-2024 masih tinggi di 28,4 persen.
Pemerintah Provinsi Maluku dan berbagai pihak terus berkolaborasi untuk mempercepat penurunan stunting melalui pendampingan keluarga dan pemberian gizi seimbang.
Tahun 2025, tidak ada Survei Stunting Nasional (SSGI), sehingga data penurunan akan diukur pada 2026, namun berbagai program percepatan terus dijalankan.
Data SSGI tahun 2025 menyebut angka stunting tertinggi di kabupaten seram bagian Timur dan SBB (di atas 30%)
Kota Tual, Maluku Tenggara, Buru Selatan, MBD, Tanimbar, Malteng, Kepulauan Aru (21-29%). Dan terendah ada (di bawah 20%) Kota Ambon.
Hal ini kemudian membuat Tim Penggerak PKK Maluku focus di tahun 2026 bersama pemerintah menurunkan angka stunting.
“Program percepatan penurunan stunting, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga melalui program upaya peningkatan pendapatan keluarga menjadi perhatian penting," kata Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa saat membuka rakerda X Tim Penggerak PKK provinsi di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur, Rabu (10/12).
Ia menjelaskan forum penting untuk memperkuat arah gerakan TP-PKK di masa mendatang dalam mewujudkan Sapta Cipta menuju Indonesia emas 2045.
TP-PKK, katanya tetap berkomitmen akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan keluarga.
“Jika pembangunan bangsa diibaratkan sebagai rumah besar bernama Indonesia maka keluarga adalah fondasi utamanya artinya keluarga yang sehat cerdas, berakhlak dan mandiri merupakan penopang kokoh bangunan bangsa,” ucapnya.
Karena itu pemberdayaan kesejahteraan keluarga memiliki peranan penting untuk memastikan pondasi pembangunan bangsa berdiri kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Untuk mendukung pembangunan bangsa dan daerah, Lewerissa menekankan pentingnya program TP-PKK diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga pemanfaatan teknologi yang bijak.
TP-PKK harus memastikan generasi muda Maluku tumbuh sebagai generasi unggul dan siap melanjutkan estafet pembangunan bangsa terlebih menjelang momentum besar menuju Indonesia emas 2045
“Rakerda TP-PKK Maluku tahun ini bertujuan untuk mensinergikan seluruh gerakan dan langkah TP-PKK mulai dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan agar sejalan dan terkoneksi dengan kebijakan pembangunan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” jelasnya.
Rakerda kata Lewerissa harus mampu merumuskan program kerja yang lebih terarah, terukur dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing
Ia Lewerissa menegaskan salah satu kunci utama pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya yakni memperkuat ekonomi, kelautan.
“PKK melalui kader-kader akan terus bergerak aktif guna memastikan pelayanan sosial masyarakat berjalan dengan baik dan berdampak terhadap ekonomi keluarga di Maluku,” harapnya. (S-20)