AMBON, Siwalima.id - Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, Atase Angkatan Udara di Kedutaan Besar Australia, Kapten Mark Daly dan tamu lain, termasuk pengunjung dari Australia, berkumpul di Commonwealth War Cemetery (Pemakaman Pahlawan Persemakmuran) di Ambon pada waktu subuh untuk memperingati ANZAC Day.
ANZAC Day adalah hari nasional di Australia dan Selandia Baru untuk menghormati seluruh warga negaranya yang pernah bertugas, serta mengenang mereka yang gugur dalam dalam berbagai medan perang, konflik, maupun misi perdamaian.
Lebih dari 1,000 prajurit Australia dikuburkan di pemakaman Commonwealth War Cemetery di Ambon, semuanya gugur antara tahun 1942-1945, selama Perang Dunia II. Beberapa pengunjung dari Australia yang ikut upacara ANZAC Day adalah keturunan para pahlawan Australia yang gugur di sini.
“Hari ini memiliki makna yang mendalam bagi warga Australia dan Selandia Baru. Setiap tahun orang Australia berkunjung ke Ambon untuk mengikuti upacara yang penuh khidmat ini. Pemakaman di Ambon adalah pemakaman persemakmuran yang paling besar di Indonesia. Walaupun menyimpan sejarah penuh perjuangan, tempat ini begitu tenang, damai dan indah”, ujar Konsul-Jenderal Dias dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Senin (27/4).
Pada awalnya, peringatan yang dilakukan setiap tanggal 25 April pada saat matahari terbit ini adalah untuk mengenang dan menghormati tentara Australia dan Selandia Baru yang gugur di Gallipoli, Turkiye, pada saat Perang Dunia I. Selain dari Ambon, upacara peringatan ANZAC Day diselenggarakan di Balikpapan, Jakarta, Bali, Surabaya dan Bandung.(S-05)