PIRU, Siwalima.id - Peristiwa penganiayaan terhadap salah satu penambang Batu Sinabar di Gunung Tembaga, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat memicu ketegangan antar warga Desa Luhu dan Desa Iha, Sabtu (7/2).
Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima, diduga peristiwa terjadinya ketegangan antar warga dua desa ini akibat penganiayaan terhadap warga Desa Waiheru, Kota Ambon atas nama La Ode Jamilu (43) yang merupakan penambang Batu Sinabar, sehingga mengalami luka yang cukup serius karena terkena hantaman benda keras.
Kejadian penganiayaan ini diduga akibat kolam penambang milik warga Luhu atas nama Haikal Kaya (37) memberikan kepercayaan kepada korban untuk menangani kolam tersebut, namun ada segelintir orang yang datang dan masuk untuk menjarah kolam itu.
Indikasi yang melakukan pencurian itu berinisial (OW) dan beberapa rekannya. Namun setelah kepergok mencuri, korban dan rekan-rekannya bertengkar dengan para pencuri tersebut, sehingga terjadi perkelahian dan pengeroyokan hingga korban terkapar dan harus dilarikan ke Puskesmas Iha untuk mendapat pertolongan.
Akibat kejadian itu, situasi di kawasan Gunung Tembaga berubah menjadi tegang, lantaran terjadi konsenterasi massa, bahkan hingga terjadi pembakaran pangkalan ojek, maupun kendaraan roda dua milik warga Luhu maupun Iha.
Selain konsentrasi masa digunung tembaga antara warga Luhu dan Iha juga terjadi ketegangan di wilayah perbatasan kedua desa tersebut.
Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli saat di konfirmasi Siwalima melalui pesan WhatsApp, Minggu (8/2) membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Iya awalnya ada kasus pemukulan kepada salah satu warga dan terjadi aksi balas, sehingga terjadi konsentrasi massa,” jelas kapolres.
Menurut kapolres, hingga saat ini, situasi sudah mulai kondusif dan Polres SBB telah menurunkan personelnya diback up personel Brimob sementara berada di lokasi perbatasan kedua desa dan di kawasan Gunung Tembaga.
Kapolres menghimbau, kepada masyarakat Luhu dan Iha agar menahan diri dan jangan terprovokasi dengan keadaan yang ada di Gunung Tembaga, serta menyerahkan semua persoalan ini untuk diselesaikan secara hukum oleh aparat keamanan. “Saya minta masyarakat Luhu dan Iha untuk menjaga situasi kamtibmas dan tidak terprovokasi dengan orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang dapat merusak persaudaraan,” himbau kapolres.(S-18)