SIWALIMA.id > Berita
Perkelahian di Gunung Tembaga, Picu Ketegangan Dua Desa di SBB
Daerah | Senin, 9 Februari 2026 pukul 14:10 WIT

PIRU, Siwalima.id - Peristiwa penganiayaan terhadap salah satu penambang Batu Sinabar di Gunung Tembaga, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat memicu ketegangan antar warga Desa Luhu dan Desa Iha, Sabtu (7/2). 

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima, diduga peristiwa terja­dinya ketegangan antar warga dua desa ini akibat penganiayaan ter­hadap warga Desa Waiheru, Kota Ambon atas nama La Ode Jamilu (43) yang merupakan penambang Batu Sinabar, sehingga mengalami luka yang cukup serius karena terkena hantaman benda keras.

Kejadian penganiayaan ini diduga akibat kolam penambang milik warga Luhu atas nama Haikal Kaya (37) memberikan kepercayaan kepada korban untuk menangani kolam tersebut, namun ada segelintir orang yang datang dan masuk untuk menjarah kolam itu. 

Indikasi yang melakukan pencu­rian itu berinisial (OW) dan beberapa rekannya. Namun setelah kepergok mencuri, korban dan rekan-rekannya bertengkar dengan para pencuri tersebut, sehingga terjadi per­kelahian dan pengeroyokan hingga korban terkapar dan harus dilarikan ke Puskesmas Iha untuk mendapat pertolongan.

Akibat kejadian itu, situasi di kawasan Gunung Tembaga berubah menjadi tegang, lantaran terjadi konsenterasi massa, bahkan hingga terjadi pembakaran pangkalan ojek, maupun kendaraan roda dua  milik warga Luhu maupun Iha. 

Selain konsentrasi masa digu­nung tembaga antara warga Luhu dan Iha juga terjadi ketegangan di wilayah perbatasan kedua desa tersebut.

Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli saat di konfirmasi Siwalima melalui pesan WhatsApp, Minggu (8/2) mem­­benarkan adanya peristiwa tersebut. “Iya awalnya ada kasus pemukulan kepada salah satu warga dan terjadi aksi balas, sehingga terjadi konsentrasi massa,” jelas kapolres.

Menurut kapolres, hingga saat ini, situasi sudah mulai kondusif dan Polres SBB telah menurunkan per­sonelnya diback up personel Brimob sementara berada di lokasi per­batasan kedua desa dan di kawasan Gunung Tembaga.

Kapolres menghimbau, kepada masyarakat Luhu dan Iha agar me­nahan diri dan jangan terprovokasi dengan keadaan yang ada di Gu­nung Tembaga, serta menyerahkan semua persoalan ini untuk dise­lesaikan secara hukum oleh aparat keamanan. “Saya minta masyarakat Luhu dan Iha untuk menjaga situasi kamtibmas dan tidak terprovokasi dengan orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang dapat merusak persaudaraan,” himbau kapolres.(S-18)

BERITA TERKAIT