SIWALIMA.id > Berita
Polisi Harus Jadi Penengah Saat Konflik Antar Negeri
Online | Kamis, 19 Februari 2026 pukul 16:17 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto menegaskan, peran anggota Polri sebagai penengah dan pemberi solusi dalam setiap konflik antar negeri atau desa di wilayah Maluku sangatlah penting.

Untuk itu, seluruh personel harus mampu menempatkan diri secara profesional, ketika terjadi perselisihan di tengah masyarakat, sebab  anggota Polri harus berdiri di tengah seluruh kepentingan yang ada dan tidak terlibat dalam konflik.

“Jika terjadi konflik antar negeri, hal utama yang harus dilakukan adalah bagaimana kita berdiri di antara semua kepentingan tersebut. Jangan sekali-kali berperan atau memprovokasi tanpa memberikan kontribusi pada upaya penyelesaian. Polri harus hadir sebagai perekat dan pemberi solusi,” tandas kapolda saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Rabu (18/2).

Kapolda juga mengingatkan, Maluku sebagai wilayah dengan karakter multikultural harus terus menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan kondisi geografis yang didominasi wilayah laut dan keberagaman suku, kapolda juga minta agar ego kesukuan tidak memicu perpecahan.

“Kepentingan negara harus lebih utama dari kepentingan pribadi maupun golongan. Kita dididik dengan doktrin Tri Brata dan Catur Prasetya untuk menjadi perekat persatuan bangsa,” ucap kapolda.

Selain penguatan nasionalisme, Kapolda juga menyoroti pelaksanaan Operasi Keselamatan Salawaku 2026 guna menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Ia juga menekankan, pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik presisi, khususnya pada layanan SIM, SKCK dan laporan polisi, serta mengingatkan seluruh anggota untuk menjauhi praktik pungutan liar.

Di sisi internal, Kapolda juga mendorong penguatan soliditas antara senior dan junior serta lintas fungsi untuk menjaga citra institusi.

"Bagi seluruh jajaran, juga harus aktif melakukan edukasi terkait dampak konsumsi minuman keras guna mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat,” pinta kapolda.

Kapolda juga mengajak seluruh personel, agar menjadikan momentum Hari Kesadaran Nasional sebagai titik balik, untuk meningkatkan loyalitas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(S-25)

BERITA TERKAIT