SIWALIMA.id > Berita
Polsek Namlea Gelorakan Tabaos Kamtibmas di Sekolah
Online | Selasa, 19 Mei 2026 pukul 18:12 WIT

NAMLEA, Siwalima.id – Polsek Namlea terus menjalankan program Polisi Masuk Sekolah Tabaos Kamtibmas yang digagas Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan.

Kali ini kapolsek didampingi Bhabinkamtibmas Namlea, menyambangi SMP Negeri 1 Buru, di Kota Namlea, Senin  (28/5) yang diawali dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada Senin pagi, dimana Kpaolsek Namlea bertindak sebagai pembina upacara. 

“Program Polisi Masuk Sekolah Tabaos Kamtibmas adalah agenda kerja Polsek yang dilakukan rutin setiap hari Senin,” ucap kapolsek dalam amanatnya.

Kapolsek juga menyinggung tentang bullying yang kian  marak di jajaran sekolah, seperti bercanda berlebihan. Karena itu ia mengingatkan para siswa-siswi di SMP Negeri 1 untuk jangan sampai melakukan hal-hal yang menyakiti perasaan teman yang lain. 

Selain itu, kapolsek juga menjelaskan, tentang bahaya minuman kerasa, lem aibon dan bahaya narkoba yang saat ini juga marak terjadi di wilayah Kota Namlea. 

“Lem Aibon akan membawa kecanduan seperti narkoba, adik-adik harus berhati-hati dan jangan pernah coba-coba menghirup lem tersebut serta jangan mencicipi miras maupun narkoba,” pesan kapolsek. 

Sementara terkait dengan tawuran, kapolsek juga menyebut, kalau banyak siswa SMP dan SMA saat ini terlibat, baik itu antara siswa satu sekolah maupun antara siswa yang berbeda sekolah. 

Untuk itu ia mengingatkan, agar tidak lagi melakukan tawuran atau terlibat ikut-ikutan didalamnya.

“Apabila adik-adik telah melakukan suatu tindak pidana dan berlanjut pada proses hukum, maka adik-adik tidak bisa mendapat SKCK untuk meraih masa depan nantinya,” ujar kapolsek.

Menyinggung soal disiplin tatakrama dan ketaatan terhadap guru di sekolah, kapolsek juga minta agar para siswa siswi selalu taat pada aturan atau tata tertib yang sudah berlaku di sekolah dan menghargai para guru, karena itu adalah kunci sukses masa depan mereka. 

Oleh sebab itu, jangan pernah melakukan pelanggaran hukum sekecil apapun. Pasalnya, jika berhubungan dengan hukum, maka masa depan akan suram.

“Bermimpi itu gratis dan setiap orang punya mimpi, tetapi untuk mencapai mimpi tersebut harus melewati proses,” ucap kapolsek.(S-15)

BERITA TERKAIT