SIWALIMA.id > Berita
Sholat Idul Fitri 1447 H Dipusatkan di Lapangan Merdeka
Daerah | Selasa, 10 Maret 2026 pukul 13:42 WIT

AMBON, Siwalima.id - Sholat Idul Fitri 1447 Hij­riah dipastikan akan digelar di Lapangan Mer­deka Ambon seperti yang dilaksa­nakan di tahun 2025 lalu.

Ketua Dewan Pembina Ya­­yasan Al-Fatah, Abidin Wakano menjelaskan, pi­hak­nya saat ini semen­tara memantau persiapan men­jelang Sholat Idul Fitri, khususnya bagi umat Muslim di Kota Ambon dan se­kitarnya.

Bahkan komunikasi dan koordinasi dengan Guber­nur Maluku telah dilakukan, sebagai bentuk komitmen bersama memberikan pe­la­yanan yang terbaik kepada umat Muslim saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Masjid Raya Al-Fatah ini adalah masjid provinsi, maka kita harus laporkan kepada gubernur sebagai bagian dari kolaborasi Yayasan Al-Fatah dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan dipastikan Sholat Idul Fitri akan berlangsung di Lapangan Merdeka,” ucap Abidin kepada wartawan di Kantor Gubernur, Senin (9/3).

Alasan utama dipilihnya Lapa­ngan Merdeka sebagai tempat Sholat Idul Fitri kata Abidin, dila­kukan dengan mempertimbang­kan kapasitas masjid, dimana un­tuk Sholat Idul Fitri nanti, diprediksi akan diikuti lebih dari 50 ribu umat Muslim di Kota Ambon dan sekitar­nya.

Selain itu, Lapangan Merdeka dipilih sebagai lokasi Sholat Idul Fitri, sebagai bagian dari upaya merekatkan kehidupan orang basudara lintas agama di Maluku, khususnya Kota Ambon dan sekitarnya.

“Sholat Idul Fitri nanti akan dipimpin oleh Imam Masjid Raya Al-Fatah Ustad Hadi Basalamah, sementara khotib akan disam­paikan kemudian, tapi dalam perencanaan kami akan dipimpin oleh pa Kapolda Maluku,” jelas Abidin.

Terkait dengan waktu Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Abidin memasti­kan, akan mengikuti penentuan 1 Syawal oleh pemerintah pusat melalui sidang isbath yang akan digelar pada pekan depan.

Abidin menegaskan, Ramdhan harus menjadi bulan berkah dan semakin meningkatkan iman, taqwa serta harus membawa seruan damai untuk merekatkan ke­hidupan orang basudara serta memperkuat solidaritas sosial diantara sesama anak bangsa.

“Untuk perayaan malam takbiran nanti, harus menjadi malam yang syahdu dan khusyuk. Malam takbiran itu harus dimanfaatkan untuk membesarkan nama Allah SWT, maka jangan lagi ada raungan-raungan kendaraan, itu bukan syi’ar tapi itu menodai syi’ar. Malam takbiran itu harus tenang,” tegas Abidin.(S-20)

BERITA TERKAIT