AMBON, Siwalimanews –Â Bentrok antara warga di Durian Patah, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon pecah, Selasa (19/8) mengakibatkan satu pelajar SMK Negeri 3 Ambon tewas, dan 17 rumah dibakar.
Selain 17 rumah, tercatat 3 bengkel, 2 mebel dan 3 kios serta Kantor Desa HuÂnuth dibakar.
Bentrok ini berawal dari tewasnya salah satu siswa SMK Negeri 3 Ambon berÂinisial AP yang merupakan warga Hitu, Kecamatan LeiÂhitu, Kabupaten Maluku TeÂngah.
Kematian AP memicu leÂdakan emosi yang berunjung terjadinya bentrok antara warga Hitu dengan warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, sehingga memÂbuat akses ruas jalan tersebut lumpuh total.
Pantauan Siwalima di loÂkasi kejadian, kedua warga saling serang dengan mengÂgunakan senjata tajam dan batu.
Selain itu, sejumlah rumah yang dibakar dan akses jalan ikut di blokir warga. Alhasil ruas jalan dari arah JMP menuju ke Desa Hunuth lumÂpuh total.
Pemblokiran dilakukan buntut dari kekecewaan warga Hunuth yang rumahnya terbakar.
Sebanyak 350 personel gabungan TNI Polri, terdiri dari Satuan Brimob Polda Maluku, Polresta Ambon dan Kodim 1504 Ambon turun langsung ke lokasi.
Tak hanya itu, sejumlah pejabat terkait Dansat Brimob Polda MaÂluku, Dirbinmas Polda Maluku, Karo Ops Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Dandim 1504 Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon juga ikut meredam situasi.
Personel gabungan dari Polda maupun Polresta Pulau Ambon dipimpin langsung oleh Direktur Binmas Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena, serta Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol. Yoga Putra Primasetya.
Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto melalui Wakapolda dalam rilisnya, Selasa (19/8), mengimbau masÂyarakat Kota Ambon dan sekiÂtarnya agar tetap tenang, menahan diri, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Masyarakat diminta mempercaÂyakan sepenuhnya penanganan situasi kepada aparat gabungan TNI-Polri yang telah berada di lapangan.
âTerkait penyebab konflik, jumlah korban, maupun kerugian yang ditimbulkan, akan kami sampaikan lebih lanjut akan diberikan setelah dilakukan pendalaman.
Sekali lagi kami menghimbau kepada warga kedua desa yang bertikai untuk menahan diri dan tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatÂkan,â ujarnya.
Selidiki
Sementara itu, Kapolresta Pulau Ambon, melalui Kasi Humas Ipda Janet Luhukay mengungkapkan, Polresta sementara melakukan penyeÂlidikan terkait aksi tawuran siswa yang mengakibatkan satu siswa meninggal.
âUntuk kasus penganiayaan saat ini pak Kapolresta sudah perintahÂkan untuk lakukan pengusutan, â jelas Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di lokasi kejadian Selasa (19/8).
Dikatakan, kejadian berawal dari adanya tawuran pelajar, yang saat ini sudah langsung disikapi
Bahkan menurutnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena juga langsung turun ke lokasi untuk mengecek langsung lokasi pengÂungsian yang ditempati para korban yang rumahnya dibakar.
âKejadiannya diawali dengan tawuran pelajar dan untuk kasusnya masih dalam penyelidikan karena itu dihimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovoÂkasi,â imbaunya.
Usut Dalang
Gubernur Maluku Hendrik LeweÂrissa meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dalam pertikaian antara kelompok masyarakat Desa Hitu dan Desa Hunut.
Sikap tegas ini dilakukan guberÂnur buntut pertikaian yang terjadi antar dua kelompok masyarakat yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda pada Selasa (19/8).
Juru bicara Pemrov Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan, jika guÂberÂnur sangat menyesalkan terjadi pertikaian antar dua kelompok masyarakat Hitu dan Hunut.
Dikatakan pertikaian dua kelomÂpok masyarakat tersebut dipicu adanya tawuran antar pelajar SMK 3 Ambon yang mengakibatkan, satu siswa asal Hitu berinisial MD di tusuk dan memancing kemarahan warga Hitu.
âPak gubernur tentu menyampaiÂkan turut berdukacita kepada keÂluarga korban, dan menyesalkan adanya pertikaian ini sebab ditengah sukacita kita merayakan HUT provinsi,â ujar Kasrul.
Menurutnya, pasca pertikaian antar kedua kelompok masyarakat Hitu dan Hunut, kondisi saat ini teÂlah berhasil dikendalikan oleh aparat gabungan baik TNI maupun polri.
Atas kejadian ini, Gubernur kata Kasrul secara tegas meminta aparat kepolisian untuk mengusut pertiÂkaian ini hingga tuntas termasuk menemukan pelaku yang memicu pertikaian dimaksud.
âSebagai kepala daerah di MaluÂku, Pak Gubernur meminta kepoliÂsian agar segera usut tuntas persoaÂlan ini dan menemukan oknum yang diduga pelaku pertikaian ini,â tegas Kasrul.
Gubernur lanjut Kasrul pun meÂminta masyarakat agar tidak terproÂvokasi dengan berbagai isu yang berseliweran termasuk dalam ruang-ruang media sosial sambil memperÂcayakan seluruh proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian.
âPak gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tidak menyebarÂkan foto, videonya atau narasi yang akan memperkeruh kondisi. Marilah percayakan semuanya kepada aparat penegak hukum,â tandas Kasrul.
Desak Tangkap Pelaku
Terpisah, masyarakat Desa HuÂnuth yang menjadi korban pembaÂkaran rumah mendesak, agar pemeÂrintah dan aparat kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap para pelaku pembakaran rumah.
Hal itu disampaikan oleh puluhan masyarakat dihadapan Walikota Ambon, Wakapolresta Ambon, Ketua DPRD yang turun ke lokasi pertikaian antara Warga Hitu dengan Warga Hunuth.
Masyarakat mememaksa menutup jalan lantaran rumah mereka hangus terbakar, meskipun kondisi telah kondusif.
âKatong ini korban. Katong pung rumah dapat bakar, jadi katong minta kepada bapak Walikota agar kawal proses penegakan hukum sehingga para pelaku pembakaran rumah harus ditangkap, âungkap salah satu warga Hunuth dihadapan walikota.
Mereka merasa kesal, lantaran aparat kepolisian dan TNI bergerak lambat untuk turun kelokasi sehiÂngga rumah mereka terbakar.
âKatong dapat suruh mundur pas katong mundur rumah tabakar. Aparat cuma bisa lihat saja tidak bisa bikin apa-apa, âsesalnya.
Warga lain juga berharap agar para pelaku pembakaran dan pengÂrusakan rumah segera ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
Walikota Pastikan
Sementara itu, Walikota Ambon memastikan proses penegakan huÂkum akan dilakukan seadil-adilnya. Kendati begitu, ia mengimbau kepada masyarakat Hunuth yang mengetahui pelaku penikaman terhadap siswa SMK 3 Hitu mesti dilaporkan kepada pihak berwajib.
âBiarkan aparat kepolisian yang bertindak. Kalau saudara-saudara kenal dengan para pelaku pembaÂkaran segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Kemudian saya minta agar warga Hunuth yang mengetahui atau mengenal pelaku penikaman terhadap siswa Hitu, harus juga dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga proses peneÂgakan hukum bisa berjalan dengan baik, âujarnya.
Wakapolresta Ambon yang hadir saat itu juga memastikan kepolisian akan berupaya untuk mengusut hingga tuntas permasalahan terseÂbut. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat Negeri Hunuth untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang.
âTadi pak walikota juga sudah sampaikan kalau pemerintah akan tangani korban yyang rumahnya terbakar. Jadi kami juga minta saudara-saudara sekalian untuk bersabar dan menahan diri dan keÂpolisian akan melaksanakan tugasÂnya. Jadi jangan lagi tutup jalan karena nanti mengganggu aktivitas umum, âpinta Wakapolresta.
Sekitar 30 menit berdiskusi, akhirÂnya jalan yang diblokir dibuka, sehingga arus lalu lintas dari arah Waiheru yang hendak ke Poka maupun sebaliknya akhirnya dibuka pada pukul 17.40 WIT.
Walikota Pastikan
Walikota Ambon, Bodewin WattiÂmena juga memastikan, pemerintah segera menangani korban pertikaian yang terjadi antara warga Hunuth dan Hitu.
Hal itu disampaikan Walikota kepada masyarakat Desa Hunuth yang melakukan pemblokiran jalan lantaran rumah mereka dibakar oleh masyarakat Hitu.
âTanggung jawab pemerintah kota yaitu untuk memastikan korban yang rumahnya terbakar maupun rusak karena dibingkar akan tertaÂngani. Saya sebagai jaminannya, âungkap Walikota.
Dihadapan masyarakat Hunuth saat didampingi Ketua DPRD Kota Ambon, Wakapolres, Sekretaris Kota Ambon menyampaikan bahwa harapannya ialah, Bupati Maluku Tengah bisa hadir juga untuk memÂbahas persoalan antara masyarakat Hitu-Hunuth. Karena menurutnya peristiwa ini mesti melibatkan Bupati Malteng untuk mencari jalan keluar dan solusi secara bersama sehingga permasalah antara Hitu-Hunuth tidak diperpanjang.
âSaya tadi berharap Pak Bupati Malteng juga turun. Tapi beliau tidak turun jadi ini nanti pemerintah kota akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk sama-sama membahas hal ini, âterangnya.
Selain itu, Walikota memastikan bahwa Pemkot juga menangani para pengungsi masyarakat Desa HuÂnuth yang mengamankan diri di Negeri Lama dan Nania. Nantiya para pengungsi akan ditangani oleh Dinas Sosial Kota Ambon.
âSemua kita tangani yah. PengÂungsi kita tangani nanti dari Dinas Sosial yang memberikan bantuan baik berupa makanan maupun bantuan lainnya, âtegasnya.
Menurut Walikota, pemicu benÂtrok adalah karena ada korban jiwa dari masyarakat Hitu. Hal itu akhirÂnya memicu adanya rekasi masa sehingga mengakibatkan peristiwa itu terjadi.
âPemicunya adalah ada korban jiwa dari basudara dari hitu. Karena ada korban jiwa meninggal dunia maka memicu reaksi massa, âtuturÂnya.
Kendati begitu, Walikota memasÂtikan bahwa aparat kepolsian dan TNI sudah bekerja maksimal sehiÂngga bentrokan tersebut bisa diÂatasi.
âAparat kepolisian dan TNI sudah mengambil langah untuk memasÂtikan bahwa peristiwa ini bisa terÂtangani dengan baik, âtuturnya.
Untuk itu, Pemkot juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Ambon untuk tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu-isu yang beredar.
âSelaku pemerintah kota, kami mengimbau kepada seluruh masyaÂraÂkat untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Saya juga mengimbau kepada seluruh pengguna medsos. Untuk tidak menyebarkan benita-berita yang tidak benar, âtandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas PeÂmadam Kebakaran, Edwin Pattikawa mengungkapkan secara rinci ada 17 rumah terbakar, 9 rusak karena dibongkar, 3 bengkel terbakar, 2 mebel terbakar, 3 kios terbakar dan juga kantor Desa.
âItu data sementara yang berhasil kita himpun. Nanti kalau ada tambahan akan kita data lagi,â singkatnya. (S-10/S-25/S-20/S-29)