SIWALIMA.id > Berita
Tawuran Pelajar Berujung Bentrok Hunuth-Hitu, Satu Tewas, 17 Rumah Dibakar
Daerah , Headline | Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 22:41 WIT

AMBON, Siwalimanews – Bentrok antara warga di Durian Patah, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon pecah, Selasa (19/8) mengakibatkan satu pelajar SMK Negeri 3 Ambon tewas, dan 17 rumah dibakar.

Selain 17 rumah, tercatat 3 bengkel, 2 mebel dan 3 kios serta Kantor Desa Hu­nuth dibakar.

Bentrok ini berawal dari tewasnya salah satu siswa SMK Negeri 3 Ambon ber­inisial AP yang merupakan warga Hitu, Kecamatan Lei­hitu, Kabupaten Maluku Te­ngah.

Kematian AP memicu le­dakan emosi yang berunjung terjadinya bentrok antara warga Hitu dengan warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, sehingga mem­buat akses ruas jalan tersebut lumpuh total.

Pantauan Siwalima di lo­kasi kejadian, kedua warga saling serang dengan meng­gunakan senjata tajam dan batu.

Selain itu, sejumlah rumah yang dibakar dan akses jalan ikut di blokir warga. Alhasil ruas jalan dari arah JMP menuju ke Desa Hunuth lum­puh total.

Pemblokiran dilakukan buntut dari kekecewaan warga Hunuth yang rumahnya terbakar.

Sebanyak 350 personel gabungan TNI Polri, terdiri dari Satuan Brimob Polda Maluku, Polresta Ambon dan Kodim 1504 Ambon turun langsung ke lokasi.

Tak hanya itu, sejumlah pejabat terkait Dansat Brimob Polda Ma­luku,  Dirbinmas Polda Maluku, Karo Ops Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Dandim 1504 Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon  juga ikut meredam situasi.

Personel gabungan dari Polda maupun Polresta Pulau Ambon dipimpin langsung oleh Direktur Binmas Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena, serta Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol. Yoga Putra Primasetya.

Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto melalui Wakapolda dalam rilisnya, Selasa (19/8), mengimbau mas­yarakat Kota Ambon dan seki­tarnya agar tetap tenang, menahan diri, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

Masyarakat diminta memperca­yakan sepenuhnya penanganan situasi kepada aparat gabungan TNI-Polri yang telah berada di lapangan.

“Terkait penyebab konflik, jumlah korban, maupun kerugian yang ditimbulkan, akan kami sampaikan lebih lanjut akan diberikan setelah dilakukan pendalaman.

Sekali lagi kami menghimbau kepada warga kedua desa yang bertikai untuk menahan diri dan tidak terpengaruh isu-isu yang menyesat­kan,” ujarnya.

Selidiki

Sementara itu, Kapolresta Pulau Ambon, melalui Kasi Humas Ipda Janet Luhukay mengungkapkan, Polresta sementara melakukan penye­lidikan terkait aksi tawuran siswa yang mengakibatkan satu siswa meninggal.

“Untuk kasus penganiayaan saat ini pak Kapolresta sudah perintah­kan untuk lakukan pengusutan, “ jelas Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di lokasi kejadian Selasa (19/8).

Dikatakan, kejadian berawal dari adanya tawuran pelajar, yang saat ini sudah langsung disikapi

Bahkan menurutnya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena juga langsung turun ke lokasi untuk mengecek langsung lokasi peng­ungsian yang ditempati para korban yang rumahnya dibakar.

“Kejadiannya diawali dengan tawuran pelajar dan untuk kasusnya masih dalam penyelidikan karena itu dihimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovo­kasi,” imbaunya.

Usut Dalang

Gubernur Maluku Hendrik Lewe­rissa meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dalam pertikaian antara kelompok masyarakat Desa Hitu dan Desa Hunut.

Sikap tegas ini dilakukan guber­nur buntut pertikaian yang terjadi antar dua kelompok masyarakat yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda pada Selasa (19/8).

Juru bicara Pemrov Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di ruang kerjanya mengungkapkan, jika gu­ber­nur sangat menyesalkan terjadi pertikaian antar dua kelompok masyarakat Hitu dan Hunut.

Dikatakan pertikaian dua kelom­pok masyarakat tersebut dipicu adanya tawuran antar pelajar SMK 3 Ambon yang mengakibatkan, satu siswa asal Hitu berinisial MD di tusuk dan memancing kemarahan warga Hitu.

“Pak gubernur tentu menyampai­kan turut berdukacita kepada ke­luarga korban, dan menyesalkan adanya pertikaian ini sebab ditengah sukacita kita merayakan HUT provinsi,” ujar Kasrul.

Menurutnya, pasca pertikaian antar kedua kelompok masyarakat Hitu dan Hunut, kondisi saat ini te­lah berhasil dikendalikan oleh aparat gabungan baik TNI maupun polri.

Atas kejadian ini, Gubernur kata Kasrul secara tegas meminta aparat kepolisian untuk mengusut perti­kaian ini hingga tuntas termasuk menemukan pelaku yang memicu pertikaian dimaksud.

“Sebagai kepala daerah di Malu­ku, Pak Gubernur meminta kepoli­sian agar segera usut tuntas persoa­lan ini dan menemukan oknum yang diduga pelaku pertikaian ini,” tegas Kasrul.

Gubernur lanjut Kasrul pun me­minta masyarakat agar tidak terpro­vokasi dengan berbagai isu yang berseliweran termasuk dalam ruang-ruang media sosial sambil memper­cayakan seluruh proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian.

“Pak gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tidak menyebar­kan foto, videonya atau narasi yang akan memperkeruh kondisi. Marilah percayakan semuanya kepada aparat penegak hukum,” tandas Kasrul.

Desak Tangkap Pelaku

Terpisah, masyarakat Desa Hu­nuth yang menjadi korban pemba­karan rumah mendesak, agar peme­rintah dan aparat kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap para pelaku pembakaran rumah.

Hal itu disampaikan oleh puluhan masyarakat dihadapan Walikota Ambon, Wakapolresta Ambon, Ketua DPRD yang turun ke lokasi pertikaian antara Warga Hitu dengan Warga Hunuth.

Masyarakat mememaksa menutup jalan lantaran rumah mereka hangus terbakar, meskipun kondisi telah kondusif.

“Katong ini korban. Katong pung rumah dapat bakar, jadi katong minta kepada bapak Walikota agar kawal proses penegakan hukum sehingga para pelaku pembakaran rumah harus ditangkap, “ungkap salah satu warga Hunuth dihadapan walikota.

Mereka merasa kesal, lantaran aparat kepolisian dan TNI bergerak lambat untuk turun kelokasi sehi­ngga rumah mereka terbakar.

“Katong dapat suruh mundur pas katong mundur rumah tabakar. Aparat cuma bisa lihat saja tidak bisa bikin apa-apa, “sesalnya.

Warga lain juga berharap agar para pelaku pembakaran dan peng­rusakan rumah segera ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Walikota Pastikan

Sementara itu, Walikota Ambon memastikan proses penegakan hu­kum akan dilakukan seadil-adilnya. Kendati begitu, ia mengimbau kepada masyarakat Hunuth yang mengetahui pelaku penikaman terhadap siswa SMK 3 Hitu mesti dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Biarkan aparat kepolisian yang bertindak. Kalau saudara-saudara kenal dengan para pelaku pemba­karan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Kemudian saya minta agar warga Hunuth yang mengetahui atau mengenal pelaku penikaman terhadap siswa Hitu, harus juga dilaporkan kepada pihak kepolisian sehingga proses pene­gakan hukum bisa berjalan dengan baik, “ujarnya.

Wakapolresta Ambon yang hadir saat itu juga memastikan kepolisian akan berupaya untuk mengusut hingga tuntas permasalahan terse­but. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat Negeri Hunuth untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang.

“Tadi pak walikota juga sudah sampaikan kalau pemerintah akan tangani korban yyang rumahnya terbakar. Jadi kami juga minta saudara-saudara sekalian untuk bersabar dan menahan diri dan ke­polisian akan melaksanakan tugas­nya. Jadi jangan lagi tutup jalan karena nanti mengganggu aktivitas umum, “pinta Wakapolresta.

Sekitar 30 menit berdiskusi, akhir­nya jalan yang diblokir dibuka, sehingga arus lalu lintas dari arah Waiheru yang hendak ke Poka maupun sebaliknya akhirnya dibuka pada pukul 17.40 WIT.

Walikota Pastikan

Walikota Ambon, Bodewin Watti­mena juga memastikan, pemerintah segera menangani korban pertikaian yang terjadi antara warga Hunuth dan Hitu.

Hal itu disampaikan Walikota kepada masyarakat Desa Hunuth yang melakukan pemblokiran jalan lantaran rumah mereka dibakar oleh masyarakat Hitu.

“Tanggung jawab pemerintah kota yaitu untuk memastikan korban yang rumahnya terbakar maupun rusak karena dibingkar akan terta­ngani. Saya sebagai jaminannya, “ungkap Walikota.

Dihadapan masyarakat Hunuth saat didampingi Ketua DPRD Kota Ambon, Wakapolres, Sekretaris Kota Ambon menyampaikan bahwa harapannya ialah, Bupati Maluku Tengah bisa hadir juga untuk mem­bahas persoalan antara masyarakat Hitu-Hunuth. Karena menurutnya peristiwa ini mesti melibatkan Bupati Malteng untuk mencari jalan keluar dan solusi secara bersama sehingga permasalah antara Hitu-Hunuth tidak diperpanjang.

“Saya tadi berharap Pak Bupati Malteng juga turun. Tapi beliau tidak turun jadi ini nanti pemerintah kota akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk sama-sama membahas hal ini, “terangnya.

Selain itu, Walikota memastikan bahwa Pemkot juga menangani para pengungsi masyarakat Desa Hu­nuth yang mengamankan diri di Negeri Lama dan Nania. Nantiya para pengungsi akan ditangani oleh Dinas Sosial Kota Ambon.

“Semua kita tangani yah. Peng­ungsi kita tangani nanti dari Dinas Sosial yang memberikan bantuan baik berupa makanan maupun bantuan lainnya, “tegasnya.

Menurut Walikota, pemicu ben­trok adalah karena ada korban jiwa dari masyarakat Hitu. Hal itu akhir­nya memicu adanya rekasi masa sehingga mengakibatkan peristiwa itu terjadi.

“Pemicunya adalah ada korban jiwa dari basudara dari hitu. Karena ada korban jiwa meninggal dunia maka memicu reaksi massa, “tutur­nya.

Kendati begitu, Walikota memas­tikan bahwa aparat kepolsian dan TNI sudah bekerja maksimal sehi­ngga  bentrokan tersebut bisa di­atasi.

“Aparat kepolisian dan TNI sudah mengambil langah untuk memas­tikan bahwa peristiwa ini bisa ter­tangani dengan baik, “tuturnya.

Untuk itu, Pemkot juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Ambon untuk tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu-isu yang beredar.

“Selaku pemerintah kota, kami mengimbau kepada seluruh masya­ra­kat untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Saya juga mengimbau kepada seluruh pengguna medsos. Untuk tidak menyebarkan benita-berita yang tidak benar, “tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pe­madam Kebakaran, Edwin Pattikawa mengungkapkan secara rinci ada 17 rumah terbakar, 9 rusak karena dibongkar, 3 bengkel terbakar, 2 mebel terbakar, 3 kios terbakar dan juga kantor Desa.

“Itu data sementara yang berhasil kita himpun. Nanti kalau ada tambahan akan kita data lagi,“ singkatnya. (S-10/S-25/S-20/S-29)

BERITA TERKAIT