AMBON, Siwalima.id - Umar Ali Lessy ditetapkan sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030.
Penetapan Lessy dituangkan dituangkan dalam Keputusan Musyawarah Daerah XI Partai Golongan Karya Provinsi Maluku Tahun 2025 Nomor: Kep.06/MUSDA.XI/GOLKAR-MAL/2025 tentang Keorganisasian Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Maluku Masa Bakti 2025–2030.
Umar terpilih setelah Boy Sangadji secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan Ketua DPD I Golkar Maluku periode 2025–2030 dan menyatakan dukungannya kepada Umar Ali Lessy.
Dalam forum resmi tersebut, Boy menegaskan bahwa keputusannya diambil setelah mendengar berbagai masukan dari senior, keluarga, dan para pendukungnya. Ia menyampaikan, langkah itu merupakan bentuk komitmen menjaga soliditas dan menghargai mekanisme partai.
“Kita ingin memberikan contoh bahwa inilah cara berdemokrasi yang baik. Semua diselesaikan di forum yang terhormat, bukan di luar mekanisme partai,” ujarnya di hadapan peserta Musda yang berlangsung di Aula Swiss-Belhotel, Lantai 2.
Boy juga menitipkan pesan kepada Umar Ali Lessy agar merangkul seluruh kader, termasuk para pendukungnya. “Saya titip teman-teman yang mendukung saya agar dijaga dan dirangkul. Jangan sampai ada yang disisihkan. Kita semua keluarga besar Golkar,” tandasnya.
Setelah penyampaian sikap tersebut, forum Musda XI akhirnya menetapkan Umar Ali Lessy sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030 melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Kembalikan Kejayaan
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia mendesak semua elemen partai Golkar di Wilayah DPD Maluku untuk mengembalikan kejayaan dan tetap solid.
Pasalnya dalam kurung waktu hampir 10 tahun Golkar tak memiliki Wakil di DPR.
Desakan itu disampaikan Bahlil saat membuka Musda XI DPD Golkar Maluku yang berlangsung di Gedung Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (8/11).
“Datang buka Musda ini anggap saja liburan. Karena itu ada beberapa hal yang harus dibenahi Golkar Maluku, pertama setelah Musda selesai segera melakukan konsolidasi internal untuk kembalikan kejayaan Golkar Maluku.
Tak muluk-muluk harus ada perwakilan di DPR RI. Selain DPR RI harus juga tambah kursi di DPRD Maluku dan Kabupaten Kota lainya. Tinggal perbedaan itu, yang keluar biarkan saja tapi kalau balik pintu dan Jendela Golkar terbuka untuk mereka.
“Saya sendiri sampai saat ini tak pernah menggap partai lain sebagai musuh, karena sejumlah ketua umum sekarang merupakan bagian atau mantan Golkar. Jadi harus selalu ingat, rumah tua tetaplah Golkar,” Ujar Bahlil
Bahlil berjanji akan kerja ekstra untuk bantu Golkar Maluku kembalikan kejayaan. Ia bahkan secara tegas mengaku akan memberikan dukungan penuh kepada Golkar Maluku.
Bahlil pastikan Golkar Maluku tak akan jalan sendiri. Dirinya akan membantu secara materil maupun moril untuk kembalikan kejayaan Golkar Maluku, salah satunya punya kursi di DPR RI.
“Jujur saya merasa tak berguna, saya merasa tak mampu ketika sebagai ketua Umum Partai Golkar, Sebagai Anak Maluku melihat Golkar Maluku tak punya tempat di DPR RI. Ini terlampau 10 tahun. Sehingga mari kita kerja keras untuk meningkatkan Kursi baik di Daerah, Provinsi maupun DPR RI,” cetus Bahlil
Usai Pembukaan Musda XI Golkar Maluku, Kepada sejumlah wartawan Bahlil meminta agar Golkar Maluku tetap solid. Kerja sampai ke akar rumput agar ketika pada hari pemilihan masyarakat tetap ada di barisan Golkar .
“Saya sudah ingatkan agar setelah ini harus konsolidasi dari dusun, desa hingga Provinsi. Harus menjaga ini jangan sampai kedepan saat pemilihan warga tidak bertanya “ Dolo di mana, Sekarang baru datang”. ini penting untuk diingat,” beber Bahlil
Mengenai isu keberpihakan kepada Umar Lessy, Kata Bahlil hanya isu yang tak perlu ditanggapi secara serius. “Ya itu hanya isu itu tidak perlu ditanggapi,” ujarnya menutup wawancara. (S-26)