SIWALIMA.id > Berita
Walikota Pastikan Segera Tentukan Sekot Definitif
Online | Senin, 15 Juni 2026 pukul 20:34 WIT

AMBON, Siwalima.id – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena memastikan, setelah selesai dengan pelaksanaan wawancara ketiga calon sekot yang dikemas dengan kegiatan bertajuk Bacarita Deng Calon Sekot ini, dirinya akan segera menentukan sekot definitif untuk selanjutnya dilantik.

Walikota mengaku, kegiatan Bacarita Deng Calon Sekot ini, yang digelar di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota, Senin (15/6), bukanlah bentuk uji publik dalam proses seleksi sekot, sebab pengangkatan sekot miliki mekanisme yang jelas dan telah diatur melalui tahapan resmi, mulai dari proses seleksi oleh panitia seleksi (Pansel), asesmen, hingga penetapan calon yang nantinya dipilih oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Kita tidak melakukan uji publik karena ini bukan kontestasi politik yang pilihannya ditentukan oleh masyarakat. Mekanismenya sudah jelas, mulai dari pansel, asesor sampai dipilih oleh Pejabat Pembina Kepegawaian,” ucap walikota kepada Siwalima.id, usai kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, forum ini sengaja dibuat sebagai ruang terbuka agar masyarakat dapat mengenal dan melihat secara langsung kualitas para calon sekot, terutama dalam merespons berbagai persoalan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Bacarita itu ruang yang kita buat supaya masyarakat bisa melihat dan mengetahui calon-calon sekot yang ada. Bagaimana mereka menanggapi persoalan, bagaimana cara mereka menganalisis masalah dan menawarkan solusi. Itu yang ingin kita tunjukkan kepada publik,” ujar walikota.

Walikota mengaku, bersyukur karena ketiga kandidat yang mengikuti proses seleksi menunjukkan kapasitas dan kualitas yang sangat baik.

Meski demikian, hanya satu orang yang akan dipilih untuk menduduki jabatan tertinggi birokrasi di lingkup Pemerintah Kota Ambon tersebut.

“Saya sudah bilang, siapa pun yang terpilih adalah yang terbaik. Yang tidak terpilih juga tetap orang-orang terbaik, tetapi jabatan sekda hanya satu. Kalau bisa tiga orang jadi sekda satu, dua, dan tiga mungkin lebih mudah, tetapi aturan hanya memungkinkan satu orang,” tandas walikota.

Walikota menjelaskan, setelah seluruh tahapan selesai, Pemkot Ambon akan melaporkan proses seleksi kepada Gubernur Maluku, untuk mendapatkan pertimbangan sebelum mengusulkan satu nama ke Badan Kepegawaian Negara.

“Saya akan melaporkan seluruh proses ini kepada pak gubernur, karena memang prosedurnya demikian. Setelah berkoordinasi dengan gubernur, kita akan mengusulkan satu nama ke BKN untuk mendapatkan pertimbangan teknis sebelum dilakukan pelantikan,” jelas walikota

Terkait waktu pelantikan, walikota berharap proses tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin, jika semua proses berjalan lancar.

“Kalau semua berjalan lancar, bisa saja dalam bulan ini sudah ada Sekretaris Kota Ambon definitif,” tandas walikota.

Menurutnya, sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada para kandidat dalam kegiatan forum bacarita bukan sekadar diskusi biasa, melainkan bagian dari pertimbangannya dalam menentukan pilihan akhir.

“Pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan itu sebenarnya bagian dari cara saya melihat kemampuan mereka. Saya ingin tahu bagaimana mereka menjawab persoalan dalam kapasitas sebagai sekot, bukan sebagai staf atau kepala OPD, sebab sekot harus mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan memberikan solusi strategis,” tegas walikota.

Meski telah memiliki sejumlah pertimbangan, walikota mengaku, hingga saat ini belum menetapkan pilihan final.

“Sampai hari ini belum ada keputusan. Semua masih dalam pertimbangan saya. Nanti saya koordinasikan juga dengan ibu wakil walikota untuk dapat masukan. Memang ini hak prerogatif walikota, tetapi dalam prosesnya saya tetap membangun komunikasi dan konsultasi,” tutur walikota.

Selain berkoordinasi dengan wakil walikota, ia  juga akan berkonsultasi dengan Gubernur Maluku sebelum mengambil keputusan akhir.

“Bacarita ini salah satu cara saya menggunakan hak prerogatif secara objektif. Saya koordinasi dengan wawali, berkonsultasi dengan gubernur, lalu semua masukan itu menjadi bahan pertimbangan sebelum saya memutuskan,” beber walikota.

Walikota menegaskan, faktor usia bukan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan seseorang menjabat sebagai Sekot Ambon.

“Bagi saya, muda atau tua tidak menjadi masalah. Yang penting adalah kemampuan, kapasitas, pengalaman dan kesiapan memimpin birokrasi. Nanti kita lihat siapa yang paling tepat. Yang pasti nama-namanya sudah ada dalam pertimbangan, tinggal menunggu keputusan yang akan dieksekusi,” tutup walikota.(S-30)

BERITA TERKAIT