AMBON, Siwalimanews – Tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) menyimpan potensi besar dibidang perikanan di Maluku.
Total potensi perikanan Maluku di WPP 714, 715 dan 718 diperkirakan mencapai 4,39 juta ton per tahun, dengan jumlah tangkapan yang dibolehkan sekitar 3,28 juta ton.
âAngka ini menyumbang 36,5 persen dari total potensi ikan nasional. Artinya, Maluku adalah jantung perikanan Indonesia timur,â kata Ketua Umum DPP IKMANEMA, Burhanudin Rumbouw dalam rilisnya, Minggu (14/9).
Ia mengaku pihaknya juga dukungan langkah Pemerintah Provinsi Maluku yang tengah mendorong hilirisasi sektor perikanan.
Dukungan ini sejalan dengan agenda nasional yang menjadikan hilirisasi sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi.
Dikatakan, selain potensi tangkap, Maluku juga memiliki peluang besar di sektor budidaya. Potensi lahan budidaya laut mencapai 495.300 hektar, tetapi baru dimanfaatkan sekitar 5 persen.
Sementara itu, lahan budidaya air payau seluas 191.450 hektar juga masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Komoditas ungÂ-gulan meliputi ikan tuna, udang vaname, kerapu dan kakap.
âData ini menunjukkan, pada semester I tahun 2022, ekspor perikanan Maluku tercatat senilai 18,72 juta dollar AS dengan volume 2,55 juta kilogram dan lebih dari 100.000 ekor ikan hidup,ââ katanya.
Namun, menurutnya, sebagian besar produk laut Maluku masih dijual dalam bentuk mentah dan diolah di luar daerah. Akibatnya, masyarakat hanya berperan sebagai pemasok bahan baku tanpa menikmati nilai tambah.
Olehnya, hilirisasi perikanan akan menjadikan Maluku bukan sekadar penyedia bahan baku, tetapi pusat industri pengolahan hasil laut.
âDampaknya luas, peningkatan pendapatan nelayan, tumbuhnya UMKM, terbukanya lapangan kerja, dan Maluku bisa lebih kuat bersaing di pasar global,â urainya.
Untuk mempercepat hilirisasi, pihaknya menawarkan sejumlah strategi, mulai dari pengembaÂngan infrastruktur pengolahan dan logistik, peningkatan kapasitas nelayan melalui pendidikan dan pelatihan, hingga kemitraan dengan swasta.
ââKami siap menjadi mitra. Kami percaya, bila program hilirisasi dijalankan konsisten dan berpihak pada rakyat, Maluku bisa tampil sebagai poros maritim Indonesia timur. Nelayan tidak lagi menjadi penonton di tanahnya sendiri,â ujar Burhanudin.(S-25)