AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 14.810 warga Gereja Protestan Maluku, diteguhkan menjadi anggota sidi baru gereja, Minggu (29/3).
14.810 anggota sidi baru yang diteguhkan ini, tersebar di 770 Jemaat GPM pada 34 Klasis yang ada di Maluku dan Malut Utara serta bertepatan dengan Minggu ke tujuh sengsara Yesus Kristus.
Adapun sebaran anggota sidi baru tersebut, masing-masing Klasis Pulau-pulau Babar tercatat 201 orang, Klasis Lemola 599 orang, Klasis Kota Ambon 928 orang, Klasis Bursel 317 orang, Klasis Pulau-pulau Bacan 239 orang, Klasis Luang Sermata 160 orang, Klasis Pulau Ambon 1.367 orang, Klasis Taniwel 396 orang, Klasis Kei Kecil dan Kota Tual 572 orang.
Selanjutnya, Klasis Telutih 212 orang, Klasis Seram Timur 48 orang, Klasis Babar Timur 211 orang, Klasis Seram Utara Barat 105 orang, Klasis Seram Barat 381 orang, Klasis Pulau-pulau Banda 21 orang, Klasis Pulau Ambon Utara 765 orang, Klasis Aru Selatan 256 orang, Klasis Buru Utara 221 orang.
Kemudian Klasis Kisar 360 orang, Klasis Pulau - pulau Aru 648 orang, Klasis Ternate 43 orang, Klasis Obi 305 orang, Klasis Tanimbar Selatan 819 orang, Klasis Pulau-pulau Lease 795 orang, Klasis Seram Utara 273 orang, Klasis Damer 94 orang dan Klasis Tanimbar Utara 673 orang.
Berikutnya, Klasis Kairatu 708 orang, Klasis Kei Besar 176 orang, Klasis Sula-Taliabu 125 orang, Klasis Wetar 278 orang, Klasis Aru Tengah 376 orang, Klasis Pulau Ambon Timur 1.276 orang dan Klasis Masohi 862 orang.
Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta S I Sapulete dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Sabtu (28/3) malam menjelaskan, peneguhan anggota sidi gereja merupakan puncak Pendidikan Formal Gereja (PFG) di GPM dan menjadi bagian dari ritual pokok gereja, selain baptisan kudus dan sakramen perjamuan kudus.
Peneguhan sidi merupakan tanda kedewasaan iman, sebagai buah dari proses PFG yang ditempuh sejak anak berusia 0-15 tahun pada wadah sekolah minggu/Tunas Pekabaran Injil dan dilanjutkan ke katekhisasi, sebagai jenjang PFG lanjutan.
Wujud kedewasaan iman itu, ditandai dengan pengakuan iman calon sidi gereja secara langsung di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya di dalam ibadah/kebaktian jemaat.
“Calon sidi gereja yang diteguhkan telah menempuh pendidikan katekhisasi di jemaat masing-masing dan menjalani proses pembinaan khusus dalam malam pembenahan diri di setiap jemaat,” ucap Sapulete.
Pembinaan katekisasi kata Sapulette, adalah proses pendidikan dan pembentukan iman Kristen yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaat (khususnya calon sidi), agar mereka memahami, menghayati, dan hidup berdasarkan ajaran iman Kristen dalam konteks GPM.
Dalam konteks GPM ini, pembinaan katekisasi bukan hanya sekadar “belajar kekristenan”, tetapi merupakan proses pendewasaan iman dan wujud PFG yang berlangsung secara terarah dan berkesinambungan
“Peneguhan anggota sidi menjadi tonggak penting dalam kehidupan bergereja. Para anggota sidi yang diteguhkan kini mengambil bagian secara penuh dalam kehidupan jemaat, serta dipanggil untuk bertanggung jawab dalam pelayanan, kesaksian dan persekutuan di tengah masyarakat,” tegas Sapulete.
Sapulette mengaku, proses katekisasi yang dijalani berlangsung secara terarah dan berkesinambungan, mencakup pemahaman Alkitab, pembinaan ajaran GPM, serta pembentukan karakter dan spiritualitas. Hal ini menjadi dasar bagi lahirnya generasi gereja yang tidak hanya bertumbuh secara jumlah, tetapi juga semakin matang dalam kualitas iman.
Sebaran anggota Sidi yang diteguhkan, memperlihatkan pertumbuhan iman yang merata di seluruh klasis dalam wilayah pelayanan GPM di Maluku dan Maluku Utara, artinya pembinaan iman di GPM terus berlangsung secara menyeluruh dan berkesinambungan di setiap klasis, mencerminkan kesatuan pelayanan dalam tubuh Kristus di berbagai wilayah pelayanan.
“Majelis Pekerja Harian Sinode GPM bersama seluruh pelayan dan umat menyampaikan selamat kepada 14.810 anggota Sidi GPM yang diteguhkan, seraya mengajak seluruh jemaat untuk terus mendampingi mereka dalam perjalanan iman yang berkelanjutan,” ucap Sapulete.
Mantan Sekum Sinode GPM ini menambahkan, peneguhan ini menjadi kesaksian, bahwa setiap proses pembinaan iman yang dilakukan gereja senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan
“Dengan semangat persekutuan yang kokoh, GPM terus melangkah sebagai gereja yang hidup, melayani, dan menjadi terang di tengah dunia. Mari Menabur Benih Firman Tuhan untuk melayani sesama,” ajak Sapulette.(S-20)