AMBON, Siwalima.id – Guna mengantisipasi terhambatnya distribusi energi yang disebabkan, karena faktor cuaca, maka Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, setiap harinya mengawasi langsung proses distribusi dan stok BBM, baik minyak tanah, Avtur, serta LPG non subsidi di akhir tahun ini terjaga dengan baik.
“Wilayah Papua dan Maluku distribusi energinya sangat tergantung dengan ketepatan perencanaan. Dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, kami sudah siapkan kehandalan sarfas dan upaya tambahan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, apalagi ini menjelang masa liburan akhir tahun," tulis Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Awan Raharjo dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id- Jumat. (14/11)
Awan mengaku, Ketahanan stok seluruh produk per tanggal 13 November ini dalam kondisi aman, dimana untuk Pertalite berada di 21 hari, Pertamax 24 hari, Solar 16 hari, minyak tanah 15 hari, Avtur, 15 hari, dan LPG mencapai 92 hari.
Ketahanan stok setiap hari berubah dipengaruhi oleh distribusi yang masuk ke terminal BBM ataupun jumlah yang keluar ke lembaga penyalur, namun ketahanan stok terus dijaga di jumlah yang cukup dengan kapal suplai yang setiap harinya bergerak mendistribusi energi ke 21 Fuel Terminal yang tersebar di Papua dan Maluku.
Untuk kehandalan sarana transportasi distribusi, saat ini Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 21 kapal untuk distribusi ke seluruh Terminal BBM di Papua Maluku. Selain kapal, distribusi ke SPBU, Pertashop, dan Agen Minyak Tanah didukung sekitar 290 unit mobil tanki, untuk LPG didukung 2 unit skid tank, dan untuk bridger Avtur terdapat 44 unit armada yang tersebar di 12 bandara.
“Selain stok, kami saat ini cek seluruh kehandalan dan kesehatan sarana transportasi, karena ini adalah tulang punggung proses distribusi. Ini menjadi komitmen kami dalam memastikan kehandalan serta aspek keselamatan saat proses distribusi bagi masyarakat," tulis Awan dalam rilis tersebut.
Pertamina Patra Niaga kata Awan, terbuka dan memohon dukungan masyarakat untuk melaporkan ke Pertamina Contact Center 135 terhadap situasi di lapangan mengenai ketersediaan atau layanan energi Pertamina sehingga bisa segera ditindaklanjuti.(S-27)