KETUA DPRD Maluku, Benhur Watubun mendorong Kota Langgur menjadi simbol kemajuan, persatuan, dan identitas Kabupaten Maluku Tenggara. Bukan sekadar nama ibu kota diatas kertas, tetapi benar-benar mencerminkan pusat pemerintahan dan kemajuan masyarakat Kei.
Hal itu disampaikan Benhur saat menghadiri perayaan HUT ke-14 Kota Langgur yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (8/10).
Menurutnya, dari sisi historis dan peradaban, Maluku Tenggara telah lama matang dalam tata kelola pemerintahan. Namun setelah pemekaran Kota Tual, maka Langgur resmi ditetapkan sebagai ibu kota Maluku Tenggara, yang kini sedang berbenah menuju kota yang modern dan berdaya saing.
âSecara sejarah, Langgur itu sudah dewasa. Tapi sebagai kota, kita baru 14 tahun, masih dalam masa penataan. Ini momentum untuk memperkuat fondasi agar Langgur benar-benar tampil sebagai simbol kemajuan dan persatuan,â tegas Watubun, kepada wartawan di Ambon, Jumat (10/10).
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga identitas kultural dan administratif Langgur sebagai pusat pemerintahan. Watubun mengingatkan agar semangat pembentukan kota tidak justru mengaburkan fungsi pelayanan publik, tetapi mempertegas peran Langgur sebagai pusat administrasi Maluku Tenggara.
âJangan sampai semangat membangun kota justru melemahkan pelayanan publik. Identitas Langgur harus makin kuat, baik secara administratif maupun ekonomi,â ujarnya.
Benhur pun menyinggung sejumlah lembaga vertikal dan instansi keuangan yang masih menggunakan nomenklatur âKota Tualâ, padahal beroperasi di wilayah Maluku Tenggara. Ia mendesak agar hal ini segera disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
âRRI dan Bank Maluku misalnya, sudah saatnya menyesuaikan nama dan lokus operasionalnya. Ini soal identitas dan juga kepastian administratif,â tandasnya.
Benhur juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Maluku Tenggara yang berupaya memperkuat posisi Langgur melalui penyesuaian nomenklatur lembaga. Menurutnya, citra dan persepsi publik terhadap Langgur sangat menentukan arah kemajuan daerah.
âMembangun kota bukan hanya fisik, tapi juga membangun perÂ-sepsi. Kalau masyarakat percaya dan bangga pada Langgur, maka semangat membangun akan tumbuh,â ujar politisi PDI Perjuangan asal Dapil VI ini.
Selain menyoroti aspek identitas, Benhur juga menegaskan komitmen DPRD untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Maluku Tenggara, termasuk penyelesaian Jembatan Dian Pulau Tetoat. Ia berharap sinergi antara DPRD provinsi dan pemerintah kabupaten dapat mempercepat pembangunan wilayah Kei.
âSaya bicara juga sebagai wakil rakyat Dapil VI. Kini saatnya Maluku Tenggara bersuara lebih keras agar pembangunan di wilayah ini mendapatkan porsi yang seimbang,â tandasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjauh dari hal-hal yang merusak citra daerah seperti narkoba, miras, dan kekerasan. DPRD, kata Benhur, akan terus bersinergi dengan Kejaksaan Negeri dan Polres Maluku Tenggara menjaga stabilitas dan keamanan.
âKalau pemimpin bersatu, rakyat akan tegak lurus dan berjalan maju,â ucapnya penuh semangat.
Ia berharap, momentum HUT ke-14 Kota Langgur menjadi refleksi bersama untuk membangun ibu kota kabupaten yang modern, berdaya saing, dan menjadi kebaÂ-nggaan masyarakat Kei. (S-26)