SIWALIMA.id > Berita
BI Optimis, Ekonomi Nasional dan Daerah Tetap Tangguh
Ekonomi | Rabu, 10 Desember 2025 pukul 13:40 WIT

AMBON, Siwalima - id - Forum strategis tahunan menjadi ajang pemaparan pandangan BI tentang kondisi ekonomi terkini, tantangan ke depan, prospek pertumbuhan, dan arah kebijakan untuk menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam rilisnya, Selasa (9/12) mengatakan, PTBI Maluku yang baru saja di gelar merupakan bagian dari rangkaian PTBI Nasional yang telah digelar sejak 28 November 2025 lalu. 

Dimana dalam kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dan menyampaikan apresiasi terhadap peran BI dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Presiden menekankan pentingnya kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri, mengurangi ketergantungan pada negara lain, dan mempercepat pemberian solusi kepada masyarakat.

“Kebijakan harus dirumuskan secara tenang dan dilaksanakan dengan percaya diri demi kemandirian bangsa,” ujarnya.

Warjiyo juga menegaskan, bahwa prospek perekonomian Indonesia tetap positif meskipun ketidakpastian global masih tinggi. BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 mencapai 4,7–5,5 persen, dan meningkat pada 2026 menjadi 4,9–5,7 persen, serta 5,1–5,9 persen pada 2027.

“Sementara inflasi diperkirakan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen seiring konsistensi kebijakan moneter dan fiskal serta penguatan program pengendalian inflasi di pusat maupun daerah,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Mohamad Latif juga menambahkan, bahwa perekonomian Maluku pada 2025 menunjukkan fundamental yang cukup kuat. Pada triwulan III 2025, Maluku mencatat pertumbuhan 4,31 persen (yoy), melanjutkan tren positif sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor-sektor utama seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Dari sisi harga, inflasi Maluku hingga November 2025 tercatat 2,33 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran 2,5±1 persen.

Transformasi sistem pembayaran digital di Maluku juga terus menguat. Hingga September 2025, transaksi QRIS telah melampaui target dengan lebih dari 150 ribu pengguna dan 100 ribu merchant.

“Selain itu, BI Maluku terus mendorong penguatan UMKM berdaya saing melalui pelatihan dan pendampingan UMKM Go Global dan UMKM Go Digital, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi daerah,”katanya.

Untuk 2026, BI memprakirakan ekonomi Maluku tetap tumbuh positif didukung aktivitas pada sektor-sektor utama.

Dengan inflasi diproyeksikan berada dalam kisaran 2,5±1 persen, sejalan dengan kebijakan stabilisasi harga, penguatan nilai tukar rupiah, serta optimalisasi program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). (S-25)

BERITA TERKAIT