AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, membuka Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Lorihua, Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (14/5) sore.
Jambore dengan mengusung tema Pramuka Tangguh, Mandiri, Berkarakter untuk Ambon Maju itu, diikuti oleh ratusan peserta Pramuka Penggalang se-Kota Ambon.
Walikota pada kesmepatan itu mengatakan, jambore bukan sekadar ajang berkemah atau bersenang‑senang, melainkan momen strategis untuk membangun karakter, melatih kemandirian dan menempa jiwa kepemimpinan generasi muda.
Pasalnya kata walikota, para peserta jamobore adalah ujung tombak masa depan Kota Ambon, yang hanya tinggal 19 tahun lagi akan memasuki era Indonesia Emas 2045.
“Adik‑adik sekalian adalah ujung tombak masa depan kota ini. Ingat, dari tahun 2026 ke 2045 hanya tersisa 19 tahun. Inilah usia kalian yang akan mengisi generasi emas nanti. Karena itu, melalui kegiatan positif seperti Pramuka, kita berharap terbentuk generasi yang tangguh, hebat dan siap membawa nama Ambon di tingkat nasional maupun internasional,” ucap walikota di hadapan para peserta Jambore.
Ia berharap, setelah kegiatan ini, ada peningkatan kualitas diri yang signifikan, terutama dalam hal pembentukan karakter.
Nilai‑nilai positif, kedisiplinan dan semangat persaudaraan yang didapat di perkemahan ini, diharapkan dapat ditularkan kepada teman‑teman di sekolah maupun lingkungan rumah, sehingga berdampak luas bagi seluruh pemuda Ambon.
Sementara terkait persiapan mengikuti Jambore Nasional, walikota berpesan, yang terpenting bukanlah soal terpilih atau tidak, tetapi bagaimana setiap peserta berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
“Yang berhasil jangan jumawa, yang belum terpilih jangan putus asa. Keberhasilan sejati diukur dari seberapa besar kalian mengambil sisi positif dari kegiatan ini. Nilai‑nilai Dasadarma Pramuka itu isinya semua baik, dan itulah yang harus ditanamkan agar kita tidak ragu menghadapi masa depan,” pesan walikota.
Walikota juga menyoroti masalah tawuran pelajar yang belakangan ini marak terjadi di Ambon. Ia minta seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk ambil bagian aktif melakukan sosialisasi dan pencegahan.
Hal ini dikarenakan, Pramuka harus menjadi teladan dan agen perubahan yang mengajak teman sebayanya menjauhi perilaku negatif.
“Ancaman terbesar kita saat ini adalah tawuran yang menggerus karakter baik siswa. Semakin kita ingatkan, perilaku ini justru semakin menjadi‑jadi. Karena itu, saya titip kepada Ketua Kwartir Cabang dan seluruh pembina, mulai sosialisasi di sekolah lewat Pramuka. Jadilah contoh yang baik, ajak teman‑teman memahami bahwa pendidikan adalah jalan menuju sukses. Jika jalan ini ditempuh dengan cara salah, masa depan pun akan suram,” humbau walikota.
Walikota juga mengajak Pramuka menjadi mitra strategis Pemkot Ambon dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual, namun tetap rendah hati dan berakar pada nilai budaya. Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan sendiri‑sendiri, melainkan butuh sinergi dan kolaborasi semua pihak.
Walikota juga mengaitkan semangat Pramuka dengan tema peringatan HUT Kota Ambon ke‑451 tahun, yaitu Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk menjaga kebersihan lingkungan selama berkemah dan menjadi pelopor kebersihan di mana pun berada.
“Suatu saat nanti, kita akan melakukan kerja bakti bersih‑bersih lingkungan bersama seluruh anggota Pramuka se‑Kota Ambon, untuk memberi contoh bagi masyarakat lain. Tunjukkan, bahwa Pramuka Ambon adalah Pramuka hebat yang terus bertransformasi demi masa depan kota tercinta,” cetus walikota.(S-30)