AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengaku, potensi wisata bahari belum dikelola secara maksimal guna mendatangkan pendapatan asli daerah.
Sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam, Maluku bukan saja memiliki kelebihan di bidang perikanan saja, namun juga dibidang kelautan.
“Kalau kita memahami potensi kelautan dari sisi adanya banyak cumi, udang maupun tuna, tapi kita lupa kalau kita memiliki keindahan bawah laut yang luar biasa untuk dijadikan wisata bahari,” tulis gubernur dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Kamis (9/10).
Potensi bawah laut yang dimiliki kata gubernur, tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk melakukan snorkeling dan diving seperti di Perairan Banda yang selama ini menjadi primadona parawisata Maluku.
Namun sayangnya, sektor pariwisata khususnya wisata bahari belum dikelola secara maksimal, padahal berpotensi memberikan kontribusi, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Kita harus akui juga potensi pariwisata yang berlimpah ini menghadapi tantangan yang luar biasa dari sisi fasilitas pendukung hingga konektifitas,” jelas gubernur.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tentu berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas pendukung, khususnya akses transportasi ke daerah-daerah yang memiliki potensi parawisata yang indah.
Kendati begitu, Pemerintah Provinsi Maluku tentu tidak tinggal diam dengan persoalan ini, tetapi terus melakukan upaya-upaya untuk mempermudah konektifitas, sehingga aksesibilitas ke lokasi-lokasi yang memiliki kekayaan wisata bahari dapat dieksplorasi dengan baik.
“Kita terus mendorong sektor pariwisata lautan termasuk di bandara dan hari ini Banda sudah mendapat perhatian dari Bappenas. Kita berharap daerah-daerah pariwisata lain juga mendapat perhatian, sehingga sektor pariwisata dapat menyumbang pendapatan yang signifikan kedepan,” tulis gubernur.(S-20)