AMBON, Siwalimanews – Setelah dilantik pada 20 Februari lalu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berencana melakukan perombakan birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Siapa sajakah pejabat yang akan bergeser dan siapa yang diproÂmosi? Gubernur masih mengkaji dan akan segera melakukan uji kompetensi yang kemudian diikuti dengan lelang jabatan.
Kepada Siwalima melalui teleÂpon selulernya, Selasa (15/4) manÂtan anggota DPR dapil Maluku ini mengatakan, penataan biroÂkrasi merupakan salah satu poin dalam Sapta Cita Lawamena.
Perombakan birokrasi lanjut gubernur, merupakan suatu keÂharusan yang akan dilakukan guna memaksimalkan proses pemeÂrintahan daerah.
âPerombakan birokrasi itu satu hal penting yang akan saya lakukan dan tidak bisa ditawar-tawar. Jadi kalau ada orang yang bilang saya lamban dalam melakukan perombakan biroÂkrasi, maka saya pastikan proses itu sedang berjalan,â tegas Gubernur.
Ketua DPD Partai Gerindra MaÂluku ini memastikan, dalam waktu dekat akan melakukan uji kompetensi terhadap para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memenuhi syarat mengisi jabatan eselon II.
Uji kompetensi menurut gubernur, dilakukan guna mendapatkan ASN yang memiliki kemampuan manaÂjerial untuk memimpin setiap organisasi perangkat daerah.
Tindak lanjut dari uji kompetensi tersebut ujarnya, maka akan dilaÂkukan lelang jabatan secara terbuka sebagai bentuk penerapan meriÂtokrasi dalam penataan birokrasi.
âSetalah ujian kompetensi dilaÂkukan, kita akan melakukan lelang jabatan. Jadi saya pastikan segera dilakukan perombakan birokrasi,â jelasnya.
Terkait dengan target waktu leÂlang jabatan, Gubernur menegaskan diÂtargetkan seluruh proses lelang jabatan akan dilakukan paling lamÂbat Mei mendatang.
Gubernur memastikan semua ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti pengisian jabatan.
âSaya pastikan tidak ada like and dislike dalam pengisian jabatan biÂrokrasi, semua ASN diberikan keÂsempatan yang sama,â tegasnya.
Dukung Penuh
Upaya Gubernur melakukan peÂrombakan birokrasi mendapatkan dukungan penuh masyarakat.
Akademisi Fisip Unpatti Victor Ruhunlela menyambut baik upaya orang nomor satu di Provinsi MaÂluku itu dalam melakukan peromÂbakan birokrasi.
Ruhunlela menjelaskan peromÂbakan birokrasi merupakan salah faktor penting dalam memaksiÂmalkan tugas-tugas pemerintahan.
Dijelaskan jika ada masyarakat yang menilai gubernur terlambat melakukan perombakan birokrasi maka hal itu tidak mendasar.
Pasalnya menurut Ruhunlela, perombakan birokrasi tidak mungkin dilakukan seperti membalik telapak tangan, sebab membutuhkan pertimÂbangan yang matang.
âYang paling tahu kapan waktu dilakukan perombakan birokrasi hanya gubernur, sebab dia yang paling memahami kondisi pemeÂrintah daerah,â ujar Ruhunlela.
Gubernur kata Ruhunlela, tentu tidak seenaknya mengganti orang tanpa didahului dengan penataan administrasi pemerintahan yang lima tahun belakangan ini rusak. Apalagi ada mekanisme sesuai aturan yang mestinya dilalui seperti mendapatÂkan ijin Menteri Dalam Negeri seÂbelum dilakukan lelang jabatan.
âBagi saya ini belum terlambat sebab belum sampai 100 hari kerja pasca pelantikan. Jadi percayakan seÂmuanya kepada gubernur,â teÂgasnya.
Menurutnya apa yang dilakukan Gubernur dengan sudah tepat dengan terlebih dahulu memperbaiki tata kelola administrasi sehingga ketiga pejabat eselon II dilantik langsung bekerja.
Selain itu, kebijakan efisensi angÂgaran yang dilakukan Pemerintah Pusat juga ikut mempengaruhi peÂngambilan kebijakan sebab lelang jabatan tentu akan berhubungan dengan ketersediaan anggaran juga.
âGubernur ini punya rekam jejak yang luar biasa baik secara nasional maupun internasional jadi dia tahu apa yang terbaik bagi penataan birokrasi di Maluku,â jelasnya.
Jadi Inovasi
Sementara itu Akademisi Fisip Unidar Sulfikar Lestaluhu mengataÂkan, sebagai orang yang memiliki pengalaman mumpuni, Gubernur tentu memiliki pertimbangan yang matang terkait perombakan biroÂkrasi.
Menurutnya Gubernur memiliki target waktu kapan birokrasi yang saat ini diisi orang-orang lama harus diganti, sehingga masyarakat tidak perlu mempertanyakan komitmen gubernur dalam tata kelola pemeÂrintahan.
âKomitmen Gubernur untuk melaÂkukan perombakan birokrasi sangat kuat dan percayakan saja kepada gubernur, pasti dilakukan lambat atau cepat,” ungkap Lestaluhu kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (15/4).
Lestaluhu menjelaskan kondisi birokrasi Pemerintah Provinsi Maluku saat ini membutuhkan keÂhati-hatian dalam penempatan peÂjabat apalagi eselon II. Karena itu, jika gubernur ingin melakukan uji kompetensi maka hal tersebut merupakan inovasi guna mendapatÂkan pejabat yang mampu bekerja dalam merealisasikan janji-janji kampanye.
“Ini terobosan gubernur untuk mendapatkan pejabat eselon II yang memiliki kompetensi supaya jajaran birokrasi dapat diisi dengan sumber daya manusia birokrat, yang memeÂnuhi komptensi dalam melayani masyarakat dan seluruh stakholder dengan baik,” tegasnya.
Langkah Tepat
Langkah Gubernur untuk melaÂkukan perombakan birokrasi di lingkup Pemprov Maluku dinilai merupakan langkah yang tepat.
Penilaian ini diungkapkan, SekreÂtaris DPW PPP Maluku, Rovik AfiÂfudin saat diwawancarai Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (15/4). Sebagai partai pengusung, Rovik yakin pasangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanat akan melakukan perombakan birokrasi secara besar-besaran. Karena langÂkah ini harus mengedepankan pelayanan masyarakat.
âDalam beberapa kesempatan GuÂbernur sudah mengingatkan bahwa birokrasi harus mengedepan pelaÂyanan publik. Jadi saya kira peÂrombakan birokrasi ke depan akan dilakukan tidak seadanya, melainÂkan besar-besaran dan sesuai kebuÂtuhan,â kata Rovik.
Menurutnya, birokrasi ke depan haruslah orang yang tepat di tempat yang tepat agar bisa menguatkan visi-misi Sapta Cipta Lawamena. Dan ini merupakan langkah tepat. Baginya, penataan birokrasi atau perombakan menjadi hak preogratif gubernur dan wakil gubernur, sehingga dukungan penuh diberiÂkan atas keputusan yang bakal diambil nantinya.
âKami mendukung penuh kepuÂtusan gubernur sebagai pemegang otoritas tertinggi. Intinya siapapun yang bakal masuk dalam birokrasi pemerintahan HL-AV sekali lagi harus mampu menerjemahkan visi-misi Lawamena,â ujarnya.
Katanya, penguatan birokrasi yang dilakukan bertujuan untuk bekerja kepada rakyat bukan kepada pemimpin, dan itu sudah seringkali disampaikan Gubernur.
Birokrasi ke depan ini harus bisa lebih profesional, mampu bekerja dan mempunyai inovasi. Jangan sampai seperti birokrasi lalu, yang kesannya sal bapak senang (ABS), dan tidak kondusif.
Kata dia, beberapa hal harus menjadi pertimbangan dalam perombakan birokrasi. Baik dari aspek prosedural maupun sosial-politik dengan memperhatikan kemajemukan masyarakat Maluku.
Ditambahkan, birokrasi memeÂgang posisi yang strategis, sebab berhubungan langsung dengan hajat hidup masyarakat Maluku keÂdepan nantinya, bahkan semua lini bersentuhan dengan birokrasi, untuk itu penting mempunyai biroÂkrat yang baik yang punya orientasi pelayanan kepada masyarakat. (S-20/S-26)