SIWALIMA.id > Berita
Gubernur, Walikota & Dubes Belanda Bahas Peluang Kerja Sama
Headline , Pemerintahan | Rabu, 8 April 2026 pukul 12:19 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen me­lakukan pembahasan terkait peluang kerja sa­ma di sejumlah sek­tor.

Pertemuan kedua pejabat penting sela­ma satu jam lebih se­cara tertutup itu ber­langsung di ruang rapat gubernur Lantai 2 Kantor Gubernur, Selasa (7/4).

Usai pertemuan, Gubernur me­ngaku merasa terhormat karena menerima kunjungan dari Duta Besar Belanda untuk Indonesia, bersama tim untuk membahas berbagai hal terkait dengan kepentingan kedua negara. 

Diakuinya hubungan antara Belanda dan Maluku ini secara historis sangat panjang dimana terdapat puluhan ribu orang-orang Maluku yang tinggal menetap di Belanda dan telah memberikan dampak yang signifikan terkait dengan seni, budaya, olahraga dan sebagainya.

Beberapa sektor yang akan menjadi peluang kerja sama antara Maluku dan Pemerintah Belanda diantaranya, penguatan sumber daya manusia, perdaga­ngan hingga infrastruktur khusus­nya menyangkut rencana pemba­ngunan Maluku Integrated Port.

“Pemerintah Belanda akan melihat peluang untuk bekerja sama dengan beberapa universitas di Maluku terutama Unpatti dan IAIN A.M Sangadji. Yang paling penting adalah dukungan Peme­rintah Belanda untuk mening­katkan peningkatan kualitas sum­ber daya manusia di Maluku lewat pendidikan dan pelatihan itu ada,” kata Gubernur kepada Siwalima.

Apalagi Pemerintah Belanda juga termasuk dalam salah satu negara tujuan program LPDP dan juga memberi beasiswa kepada putra-putri Maluku yang ingin mengambil program master degree terutama di luar negeri.

Selain dibidang pendidikan, Gu­bernur mengaku bersama Dubes Belanda membahas peluang ekspor komoditas-komoditas dari Maluku yang memiliki potensi ke pasar-pasar di Belanda.

Gubernur memastikan per­te­muan tersebut juga membahas rencana pembangunan infrastruk­tur Maluku Integrated Port yang saat ini telah bekerja sama dengan Bank Dunia.

“Saya menyampaikan kepada Pak Duta Besar, di Maluku ini kami sedang merencanakan memba­ngun Maluku Integrated Port dan Pemerintah Belanda termasuk juga pihak investor dari Belanda, sangat tertarik dengan rencana pembangunan proyek ini sepan­jang memang itu nanti sudah masuk di Blue Book atau di Green Book di Bappenas,” jelasnya.

Bahkan Gubernur meyakinkan Duta Besar Belanda bahwa proyek MIP mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan dari berbagai lembaga yang ada se­perti Bank Dunia yang sangat se­rius untuk terlibat atau berpar­tisipasi dalam pembangunan proyek MIP.

Gubernur menegaskan semua isu yang dibahas yang dibahas bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia sangat penting bagi Maluku par Maluku pung bae.

Ditempat yang sama Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen mengatakan Belanda dan Maluku memiliki hubungan yang sangat panjang selama beratus-ratus tahun dan ada komunitas yang sangat kuat di Maluku di Netherlands. 

Menurutnya, ada banyak potensi untuk melakukan kerja sama yang lebih banyak seperti di bidang pendidikan, olahraga, budaya dan ekspor komoditas yang kualitas tinggi seperti rempah-rempah dan juga mineral.

“Nanti saya kembali ke Kantor kedutaan saya di Jakarta, kita akan berbicara dengan pemerintah kita untuk melihat di mana peluang kerja sama yang harus kita kembangkan,” tegas Dubes.

Buka Peluang Investasi

Selain Gubernur, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena juga menyambut kunjungan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, bersama rombongan di Balai Kota Ambon, Selasa (7/4).

Kunjungan tersebut dimanfaat­kan untuk membahas berbagai pe­luang kerja sama antara Peme­rintah Belanda dan Pemerintah Kota Ambon, khususnya di sektor pendidikan, budaya, dan ekonomi.

Bodewin menjelaskan, hubu­ngan antara Ambon dan Belanda selama ini telah terjalin cukup erat, termasuk melalui program kota kembar dengan Vlissingen, serta sejumlah kerja sama di bidang ke­sehatan dan pengelolaan per­sampahan.

“Kunjungan ini untuk melihat pe­luang kerja sama antara Peme­rintah Belanda dengan Kota Ambon. Apalagi secara historis, ba­nyak masyarakat Belanda yang memiliki keterkaitan dengan Maluku,” ujarnya kepada Siwalima di Ambon, Selasa (7/4) Sore.

Dikatakan, Pemerintah Kota Ambon menyambut positif rencana pengembangan kerja sama di tiga sektor utama, yakni pendidikan tinggi, budaya, dan ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot juga menyampaikan sejumlah kebutuhan investasi di Kota Ambon, termasuk rencana rehabilitasi Museum Siwalima, serta pengembangan fasilitas olahraga di Negeri Rutong melalui kerja sama dengan lembaga mitra.

Selain itu, dibahas pula peluang bagi generasi muda Ambon untuk melanjutkan pendidikan ke Belanda sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.

“Semua ini masih dalam tahap penjajakan. Belum ada kerja sama yang konkret, tetapi paling tidak sudah ada pembicaraan awal untuk membuka peluang ke depan,” jelasnya.

Walikota berharap, melalui komunikasi yang intensif dengan Pemerintah Belanda, berbagai peluang kerja sama tersebut dapat segera direalisasikan demi men­dorong pembangunan di Kota Ambon. (S-20/Mg-1)

BERITA TERKAIT