SIWALIMA.id > Berita
Jelang Idul Fitri, Walikota Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Online | Jumat, 13 Februari 2026 pukul 15:22 WIT

 

AMBON, Siwalima.id - Menjelang Idul Fitri dan hari besar keagamaan nasional, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena memastikan, Pemerintah Kota Ambon bergerak serius menjaga ketersediaan stok bahan pokok serta stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Bahkan, walikota telah menginstruksikan wawali, Sekot serta Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk melakukan sidak ke distributor, pasar dan sejumlah titik distribusi lainnya, guna memastikan ketersediaan stok. 

“Kita juga berkoordinasi dengan Bulog dan pihak terkait lainnya,” ucap walikota kepada wartawan di balai Kota, Jumat (13/2). 

Berdasarkan hasil pengecekan sebelumnya kata walikota, stok kebutuhan pokok di Kota Ambon disebut dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga enam bulan ke depan.

“Waktu Natal kemarin kita sudah cek, stok cukup bahkan untuk enam bulan ke depan. Tetapi kita harus tetap hati-hati, karena permintaan barang ini datang dari berbagai daerah,” ungkap walikota.

Menurutnya, pengawasan distribusi menjadi faktor krusial agar pasokan untuk Kota Ambon tidak dialihkan ke daerah lain, yang berpotensi memicu kelangkaan di pasar lokal. 

Pemerintah berkomitmen, memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri tetap terpenuhi.

“Saya menjamin pemerintah bekerja serius supaya masyarakat selama bulan suci Ramadhan ini kebutuhannya terpenuhi dengan baik,” tandas walikota.

Walikota menegaskan, pemerintah menghormati mekanisme pasar dalam pembentukan harga. Namun, jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar dan merugikan masyarakat, pemerintah akan melakukan langkah intervensi.

“Saya bilang berkali-kali, ada mekanisme pasar yang pemerintah tidak boleh campur. Tetapi tugas pemerintah memastikan stabilisasi harga. Kalau sudah tidak normal, maka kita akan intervensi,” janji walikota.

Ia mengaku, harga barang dipengaruhi berbagai variabel, seperti stok, distribusi, hingga faktor eksternal lainnya. Namun demikian, ia mewaspadai adanya praktik-praktik tidak sehat yang berpotensi mempermainkan harga di tingkat pasar.

walikota juga menyoroti kemungkinan adanya praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) yang dapat membebani pedagang dan berdampak pada kenaikan harga barang bagi konsumen.

“Kalau ada tangan-tangan yang tidak kentara bermain di pasar, itu yang berbahaya. Kalau premanisme bermain kasar dan ada pungli, Inilah yang membuat pedagang menaikkan harga untuk menutup biaya-biaya itu,” tandas walikota.

Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan sekda untuk memastikan, tidak ada pihak-pihak yang merasa berkuasa atas aktivitas ekonomi di Kota Ambon.

“Kita harus memberantas itu. Tidak boleh ada pihak yang merasa berkuasa atas ekonomi Kota Ambon,” tegas walikota.

Dengan pengawasan intensif, koordinasi lintas instansi, serta komitmen memberantas praktik ilegal di pasar walikota berharap, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

Langkah ini dinilai penting, agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, tenang, dan tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.(Mg-1)

BERITA TERKAIT