AMBON, Siwalimanews – Operasi pengamanan mulai diperketat oleh aparat TNI dan Polri, menjelang kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Maluku, Selasa (14/10) besok.
Pengetatan pengamanan ini, disampaikan Pangdam XV Pattimura yang juga Panglima Komando Tugas Terpadu (Kogasgabpad) kunjungan Wapres Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo, saat apel kesiapan pasukan yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Senin (13/10).
Apel yang dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ini, diikuti ratusan personel TNI/Polri dan pihak terkait lainnya.
Pangdam mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan wakil presiden merupakan agenda strategis nasional yang memerlukan pengamanan terpadu, sinergis dan profesional dari TNI Polri, pemda dan instansi terkait.
Tujuan kesiapan pasukan ini, dilakukan untuk memastikan seluruh kekuatan pengamanan siap, baik dari personel, komunikasi, peralatan hingga koordinasi lintas sektoral telah siap menjelang kedatangan wakil presiden.
“Pengamanan kunjungan wakil presiden bukan hanya sekedar kegiatan rutin, tetapi merupakan suatu tugas operasi pengamanan dan sebagai wujud pengabdian kepada negara dan kehormatan daerah Maluku,” ujar Pangdam.

Keberhasilan pengamanan kunjungan wakil presiden kata Pangdam, akan mencerminkan loyalitas dan kesiapan TNI Polri dan pemda dalam mendukung program nasional di Maluku, baik di mata pimpinan maupun masyarakat.
Karena itu, setiap prajurit dan komponen pengamanan harus memahami pentingnya tugas pengamanan agar tidak ada ruang untuk kelengahan, apalagi kesalahan, artinya setiap langkah dan tindakan yang dilakukan harus terukur, terkoordinasi dan mengutamakan keselamatan serta keamanan VVIP.
“Saya selaku Kogasgabpad dengan seluruh unsur secara hukum bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas ini. Apabila berhasil sukses itu hal yang biasa bagi seorang prajurit dalam penugasan di lapangan, namun bila gagal, maka kita semua yang gagal, untuk itu kita harus mengantisipasi sedini mungkin jangan sampai tugas yang diberikan kepada kita mengalami kegagalan,” tandas Pangdam.
Pangdam juga menekankan, agar semua prajurit agar memahami dan menguasai rencana pengamanan secara menyeluruh, dimana setiap personel harus tahu tugas tanggung jawab dan rantai komando di lapangan.
Untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan baik dari aspek fisik, sosial maupun digital, Pangdam mengingatkan, prajurit untuk melaksanakan koordinasi intelijen dan patroli bersama.
“Saya juga minta untuk menjaga profesionalisme dan sikap humanis, artinya kita hadir bukan hanya untuk menjamin keamanan VVIP tapi juga memberikan rasa aman dan rasa nyaman baik bagi objek pengamanan maupun bagi masyarakat sekitar,” ucap Pangdam.
Selain itu menurut Pangdam, semua personel di lapangan harus meperkuat sinergitas, baik antar TNI, Polri dengan pemda dan tidak boleh ada ego sektoral, sebab semua unsur harus bergerak dalam satu komando untuk satu visi, agar pengamanan kunjungan wapres aman dan masyarakat senang.
Semua pihak juga hatus menyiapkan langkah-langkah kontijensi guna antisipasi segala kemungkinan termasuk cuaca, transportasi serta potensi kerawanan di titik-titik transit, di lokasi kegiatan dan rute kegiatan.
“Saya percaya dengan semangat yang tinggi, seluruh prajurit yang terlibat dalam pengamanan, mampu melaksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Ingat keberhasilan pengamanan kunjungan wapres bukan hanya keberhasilan operasi, tetapi juga cerminan kehormatan Maluku di mata bangsa,” ucap Pangdam.(S-20)