AMBON, Siwalima.id - Ribuan umat Muslim di Ambon melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (21/3).
Shalat Id dimulai tepat pukul 07.15 WIT. Bertindak sebagai imam adalah Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Hadi Basalamah. Sementara Khatib adalah Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto.
Walau diguyur hujan lebat, ribuan umat tetap bertahan dan menjalankan sholat dengan khusyu hingga rangkaian ibadah selesai. Sebagian umat terlihat berteduh di area yang lebih aman dari hujan sambil tetap mengikuti jalannya khotbah.
Dalam khotbahnya, Kapolda Maluku mengajak umat Muslim untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan.
“Ramadan telah pergi, meninggalkan cahaya didalam hati kita, semoga Ramadhan telah membersihkan jiwa, memperkuat persaudaraan, dan cahaya itu tetap hidup sepanjang kehidupan kita,” ujarnya.
Kapolda menekankan bahwa kedamaian dalam masyarakat bukan berarti tanpa masalah, melainkan adanya sikap saling memahami, menghargai, dan mencintai satu sama lain.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian daerah.
“Kita memohon agar Allah menjaga tanah Maluku dari perpecahan, kebencian, dan permusuhan, serta menjaga persaudaraan yang menjadi kekuatan kita bersama,” katanya.
Kapolda turut mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, sebagai bagian dari akhlak seorang Muslim.
Menurutnya, Idul Fitri menjadi momentum penting untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan masalah. Menjadi pembawa kebahagiaan, bukan pemicu pertentangan,” pesannya.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Merdeka berlangsung tertib dan lancar. Usai shalat, jamaah saling bersalaman sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di hari kemenangan
Ini Pesan
Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu (21/3).
Dalam khotbahnya, kapolda menekankan, pentingnya mempertahankan nilai-nilai yang telah dibentuk selama bulan Ramadhan, terutama dalam hal pengendalian diri, persaudaraan, serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
Pasalnya, Ramadhan bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi momentum pembentukan karakter seorang Muslim.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari amarah dan hawa nafsu,” ucap kapolda di hadapan ribuan jamaah.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan, bahwa kekuatan sejati seseorang bukan terletak pada fisik, melainkan kemampuan menahan amarah. Hal tersebut, menjadi indikator keimanan dan akhlak seorang Muslim.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, perbedaan yang ada, seharusnya menjadi sarana untuk saling memahami, bukan memicu perpecahan.
“Islam mengajarkan bahwa sesama orang beriman adalah bersaudara. Karena itu, sikap yang harus dikedepankan adalah mendamaikan, bukan memperkeruh keadaan,” tandas kapolda.
Kapolda juga menyinggung, pentingnya keamanan sebagai bagian dari kesejahteraan hidup, bahkan ia mengutip hadis yang menjelaskan, bahwa seseorang yang merasa aman, sehat dan memiliki kecukupan pangan pada hari itu, seakan telah memiliki dunia seluruhnya.
Karena itu, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Setiap ucapan, sikap, hingga informasi yang kita sebarkan dapat memengaruhi ketenangan kehidupan sosial. Maka mari kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ajak kapolda.
Kapolda mengajak seluruh masyarakat Maluku, untuk terus merawat kedamaian dan memperkuat persatuan, khususnya pasca Ramadhan.
“Kita berharap Maluku tetap menjadi negeri yang damai, di mana masyarakat hidup dalam persaudaraan, saling menghormati, dan membangun masa depan dengan semangat kebersamaan,” harap kapolda.
Momentum Perkuat Persatuan
Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun mengajak masyarakat menjadikan hari raya Idul Fitri 1447 H sebagai momen memperkokoh persatuan, sekaligus menjaga stabilitas dan toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Hari raya Idul Fitri memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya sebagai momen kemenangan spiritual bagi umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan,” ucap Benhur kepada Siwalima di Ambon, Sabtu (21/3).
Lebih dari itu kata Benhur, momen kemenangan ini harus dijadikan sebagai kesempatan berharga bagi seluruh masyarakat Maluku, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang, untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan yang sudah terjalin sejak lama.
“Kita semua tahu, bahwa Maluku dikenal sebagai tanah air yang penuh dengan keberagaman. Keragaman ini bukanlah hal yang harus menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan utama yang membuat kita kuat dan berbeda dari daerah lainnya,” tandas Benhur.
Menurutnya, menjaga situasi keamanan dan ketertiban di setiap sudut provinsi, terutama di masa perayaan yang sering diikuti dengan aktivitas silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga serta teman sangatlah penting.
Dikatakan, semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan serta cara hidup, harus terus dipelihara dengan sungguh-sungguh, karena hal itu merupakan fondasi utama bagi terbentuknya kehidupan sosial yang harmonis dan sejahtera.
“Momentum Idul Fitri ini harus kita jadikan sebagai ajang untuk memperkuat silaturahmi antar sesama, menjaga kedamaian yang sudah kita raih bersama, serta membangun toleransi yang semakin kokoh antar umat beragama,” tutur Benhur.
Benhur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang kondusif selama perayaan hari besar keagamaan ini.
Para tokoh agama dari berbagai agama juga dhimbau untuk terus menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan kepada umatnya, agar setiap individu dapat menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.
Tak hanya itu, pemuda sebagai generasi penerus bangsa juga diharapkan dapat aktif berperan dalam memelihara keharmonisan, dengan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu ketertiban dan merusak hubungan antar warga masyarakat.
Selain itu, pemda di berbagai tingkatan juga diminta untuk terus melakukan langkah-langkah konkrit dalam menjaga keamanan, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya, serta menggalakkan program-program yang dapat mempererat tali persaudaraan antar umat beragama.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah kepada seluruh umat Muslim di Maluku dan seluruh Indonesia, semoga berkah dan kebahagiaan selalu menyertai setiap keluarga,” ucap Benhur. (Mg-1/S-25/S-26)