SIWALIMA.id > Berita
Kapolda Pimpin Sholat Id di Lapangan Merdeka: Jaga Nilai Kebaikan
Daerah , Headline | Senin, 23 Maret 2026 pukul 14:48 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ribuan umat Muslim di Ambon melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu  (21/3).

Shalat Id dimulai tepat pukul 07.15 WIT. Bertindak sebagai imam adalah Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Hadi Basalamah. Sementara Khatib adalah Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto.

Walau diguyur hujan lebat, ribuan umat tetap bertahan dan menjalankan sholat dengan khusyu hingga rang­kaian ibadah selesai. Sebagian umat terlihat berteduh di area yang lebih aman dari hujan sambil tetap meng­ikuti jalannya khotbah.

Dalam khotbahnya, Kapolda Malu­ku mengajak umat Muslim untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan.

“Ramadan telah pergi, mening­galkan cahaya didalam hati kita, semoga Ramadhan telah member­sihkan jiwa, memperkuat persauda­raan, dan cahaya itu tetap hidup sepanjang kehidupan kita,” ujarnya.

Kapolda menekankan bahwa kedamaian dalam masyarakat bukan berarti tanpa masalah, melainkan adanya sikap saling memahami, menghargai, dan mencintai satu sama lain.

Selain itu, ia juga mengajak mas­yarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian daerah.

“Kita memohon agar Allah men­jaga tanah Maluku dari perpecahan, kebencian, dan permusuhan, serta menjaga persaudaraan yang menjadi kekuatan kita bersama,” katanya.

Kapolda turut mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang mene­gaskan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, sebagai bagian dari akhlak seorang Muslim.

Menurutnya, Idul Fitri menjadi momentum penting untuk member­sihkan hati, memperbaiki hubungan, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan masalah. Menjadi pembawa kebahagiaan, bukan pe­micu pertentangan,” pesannya.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Merdeka berlangsung tertib dan lancar. Usai shalat, jamaah saling bersalaman sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di hari kemenangan

Ini Pesan

Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Merdeka, Ambon, Sabtu (21/3).

Dalam khotbahnya, kapolda me­nekankan, pentingnya memperta­hankan nilai-nilai yang telah di­bentuk selama bulan Ramadhan, terutama dalam hal pengendalian diri, persaudaraan, serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Pasalnya, Ramadhan bukan seka­dar ibadah tahunan, tetapi momentum pembentukan karakter seorang Muslim. 

“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari amarah dan hawa nafsu,” ucap kapolda di hadapan ribuan jamaah.

Ia mengutip hadis Nabi Muham­mad SAW yang menyebutkan, bah­wa kekuatan sejati seseorang bukan terletak pada fisik, melainkan ke­mampuan menahan amarah. Hal tersebut, menjadi indikator keima­nan dan akhlak seorang Muslim.

Selain itu, Kapolda juga meng­ingatkan pentingnya menjaga per­saudaraan dalam kehidupan ber­masyarakat. Selain itu, perbedaan yang ada, seharusnya menjadi sa­rana untuk saling memahami, bukan memicu perpecahan.

“Islam mengajarkan bahwa se­sama orang beriman adalah bersau­dara. Karena itu, sikap yang harus dikedepankan adalah mendamaikan, bukan memperkeruh keadaan,” tandas kapolda.

Kapolda juga menyinggung, pen­tingnya keamanan sebagai bagian dari kesejahteraan hidup, bahkan ia mengutip hadis yang menjelaskan, bahwa seseorang yang merasa aman, sehat dan memiliki kecukupan pangan pada hari itu, seakan telah memiliki dunia se­luruhnya.

Karena itu, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Setiap ucapan, sikap, hingga informasi yang kita sebarkan dapat memengaruhi ketenangan kehidu­pan sosial. Maka mari kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ajak kapolda.

Kapolda mengajak seluruh mas­yarakat Maluku, untuk terus mera­wat kedamaian dan memperkuat persatuan, khususnya pasca Ramadhan.

“Kita berharap Maluku tetap men­jadi negeri yang damai, di mana masyarakat hidup dalam persau­daraan, saling menghormati, dan membangun masa depan dengan semangat kebersamaan,” harap kapolda. 

Momentum Perkuat Persatuan

Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun mengajak masyarakat menjadikan hari raya Idul Fitri 1447 H sebagai momen memperkokoh persatuan, sekaligus menjaga stabi­litas dan toleransi di tengah kehi­dupan bermasyarakat.

“Hari raya Idul Fitri memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya sebagai momen kemenangan spiritual bagi umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan,” ucap Benhur kepada Siwalima di Ambon, Sabtu (21/3). 

Lebih dari itu kata Benhur, momen kemenangan ini harus dijadikan sebagai kesempatan berharga bagi seluruh masyarakat Maluku, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang, untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan yang sudah terjalin sejak lama.

“Kita semua tahu, bahwa Maluku dikenal sebagai tanah air yang pe­nuh dengan keberagaman. Keraga­man ini bukanlah hal yang harus menjadi sumber perpecahan, me­lainkan kekuatan utama yang membuat kita kuat dan berbeda dari daerah lainnya,” tandas Benhur.

Menurutnya, menjaga situasi keamanan dan ketertiban di setiap sudut provinsi, terutama di masa perayaan yang sering diikuti dengan aktivitas silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga serta teman sangatlah penting.

Dikatakan, semangat saling meng­hormati dan menghargai perbedaan keyakinan serta cara hidup, harus terus dipelihara dengan sungguh-sungguh, karena hal itu merupakan fondasi utama bagi terbentuknya kehidupan sosial yang harmonis dan sejahtera. 

“Momentum Idul Fitri ini harus kita jadikan sebagai ajang untuk memperkuat silaturahmi antar sesama, menjaga kedamaian yang sudah kita raih bersama, serta membangun toleransi yang semakin kokoh antar umat beragama,” tutur Benhur.

Benhur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang kondusif selama perayaan hari besar keagamaan ini. 

Para tokoh agama dari berbagai agama juga dhimbau untuk terus menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan kepada umatnya, agar setiap individu dapat menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

Tak hanya itu, pemuda sebagai generasi penerus bangsa juga diharapkan dapat aktif berperan dalam memelihara keharmonisan, dengan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu ketertiban dan merusak hubungan antar warga masyarakat. 

Selain itu, pemda di berbagai tingkatan juga diminta untuk terus melakukan langkah-langkah konkrit dalam menjaga keamanan, membe­rikan kemudahan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya, serta menggalakkan program-program yang dapat mempererat tali per­saudaraan antar umat beragama.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah kepada seluruh umat Muslim di Maluku dan seluruh Indonesia, semoga berkah dan keba­hagiaan selalu menyertai setiap ke­luarga,” ucap Benhur. (Mg-1/S-25/S-26)

BERITA TERKAIT