SIWALIMA.id > Berita
Kemendikdasmen Setujui Revitalisasi 25 Sekolah di Maluku
Pendidikan | Jumat, 26 Juni 2026 pukul 15:24 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah pusat hanya menyetujui sedikit dari puluhan usulan revitalisasi sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.

Kepala Dinas PK Maluku, Sarlota Singerin menjelaskan tahun 2026 pihaknya mengusulkan sebanyak SMA 60 unit SMA dan 48 unit SMK.

Sampai dengan saat ini, katanya yang telah mendapatkan persetu­juan dari Kemendikdasmen hanya 25 sekolah di beberapa kabupaten dan kota, sementara pada tahun 2025 Kemendikdasmen melaku­kan revitalisasi terhadap 77 seko­lah.

“Untuk SMA dari 60 sekolah yang kita usulkan yang baru disetujui hanya 14 sekolah sedangkan SMK terdapat 48 yang kita usulkan tapi baru disetujui hanya 9 sekolah untuk tahun 2026 ini,” ucap Si­ngerin kepada wartawan di Kantor Gubernur, Kamis (25/6).

Pihaknya masih terus berko­or­dinasi dengan Kemendikdasmen agar ada tambahan sekolah yang masuk program revitalisasi seko­lah di tahun 2026 ini.

Singerin bilang penetapan se­kolah masuk dalam program revi­talisasi dilakukan dengan mem­pertimbangkan ketersediaan ser­tifikat lahan khususnya bagi sekolah yang membutuhkan pem­ba­ngunan baru seperti ruang kelas, laboratorium atau perpusta­kaan.

Sedangkan untuk sekolah yang tidak membangun baru, tentu akan mempertimbangkan tingkat keru­sakan bangunan di mana sekolah dengan kondisi fisik paling parah menjadi prioritas utama.

Diakui, sekolah yang kita usul­kan itu didaftarkan secara online ke pusat menggunakan aplikasi revitalisasi satuan pendidikan dengan melampirkan berkas dan dokumen kesiapan jadi persetu­juan sekolah mana yang direvita­lisasi

Singerin menegaskan banyak sekolah di Maluku memang mem­butuhkan penanganan.

“Keterbatasan keuangan daerah mengakibatkan Dinas Pendidikan harus bergantung sepenuhnya pada program revitalisasi sekolah yang dorong oleh Kemen­dikdas­men,” terangnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Maluku berharap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan dapat berlangsung lebih merata dan menjangkau sekolah-sekolah yang paling membutuhkan.(S-20)

BERITA TERKAIT