AMBON, Siwalima.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku menuai kecaman setelah menggelar rapat resmi di sebuah cafe kawasan Biz Hotel, Ambon
Mirisnya, rapat tersebut berlangsung di tengah kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum menunjukkan capaian maksimal alias amburadul.
Sorotan keras itu datang dari Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo.
Wajo menilai, langkah Bapenda tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran sebagaimana diamanatkan Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
“Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 itu jelas. Rapat-rapat tidak lagi di hotel atau cafe supaya menghemat anggaran,” tegas Alhidayat kepada wartawan di Ambon, Minggu (26/4).
Menurut Alhidayat, kebijakan nasional tersebut seharusnya menjadi pedoman seluruh OPD dalam menjalankan aktivitas kedinasan, terlebih dalam kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi.
“Jangan sampai di tengah upaya efisiensi, justru ada kegiatan yang tidak mencerminkan semangat penghematan. Ini kan bertolak belakang,” ujarnya.
Dikatakan, kondisi PAD Maluku yang belum maksimal seharusnya menjadi alarm bagi Bapenda untuk lebih fokus meningkatkan kinerja, bukan justru menimbulkan polemik.
“Di saat PAD kita belum capai target, mestinya fokus cari terobosan peningkatan pendapatan, bukan buat kegiatan di cafe yang akhirnya jadi sorotan,” kecam Alhidayat.
Alhidayat menegaskan, langkah tersebut perlu dievaluasi oleh pimpinan daerah agar menjadi pembelajaran bagi seluruh OPD.
“Kalau memang itu terjadi, harus dievaluasi oleh Pak Gubernur. Supaya ke depan tidak ada lagi kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan DPRD akan menindaklanjuti persoalan tersebut dalam forum resmi bersama Bapenda.
“Kami akan jadikan ini catatan dalam rapat lanjutan. Penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.(S-26)