SIWALIMA.id > Berita
Noel Pelaku Penganiayaan Belum Ditangkap
Hukum | Senin, 19 Januari 2026 pukul 13:52 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pelaku teror warga Nusaniwe atas nama Noel Gaspersz Cs tak kunjung ditangkap, padahal sudah banyak korban yang melaporkan masalah ini ke polisi.

Terbaru, Noel Cs menganiaya korban Semi Pattipeilohy warga Air Putri, Kamis (15/1) malam.

Dalam aksi tersebut pelaku juga menggunakan senjata  tajam yang mengakibatkan korban luka robek di tangan akibat menangkis serangan. 

Tidak hanya kelompok Noel, ada juga kelompok Rei Han/Reihan Cs dengan korbanya J (korban) pada Kamis (1/1). Pelaku Ervan Toisuta dan Grind Mahakena dengan korban Marva Diaz pada selasa (6/1).

Pasca kejadian para korban sudah melaporkan, namun belum ada tindakan yang diambil aparat penegak hukum tersebut.

Seluruh kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, korban dan saksi telah diperiksa, serta visum telah dilakukan. Namun hingga kini, belum satu pun pelaku ditahan.

Menindaklanjuti kasus tersebut Kapolsek Nusaniwe AKP, Johan Anakotta menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam menangani kasus kekerasan.

Ia menyebut seluruh laporan tetap diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Terkait kasus kekerasan bersama dan penganiayaan, dalam proses penyelidikan. Setelah gelar perkara, kami target minggu depan, kemudian ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan,” ujarnya di Ambon, Jumat (16/1).

Menurutnya proses hukum saat ini tidak bisa dilakukan secara serampangan.

Penangkapan harus melalui tahapan penyelidikan yang matang untuk menghindari gugatan pra peradilan. Meski demikian, ia berjanji seluruh kasus akan dituntaskan.

“Kami targetkan Minggu depan, setelah gelar perkara, tersangka ditetapkan dan ditahan. Tidak ada pelaku yang kami lindungi,” tegasnya.

Kapolsek juga mengakui adanya kendala di lapangan, mulai dari kurang kooperatifnya keluarga pelaku hingga minimnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak yang berkeliaran pada malam hari, yang berujung pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Terkait pengamanan wilayah rawan, Polsek Nusaniwe tengah mengupayakan penempatan personel secara maksimal, termasuk opsi pendirian pos pengamanan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggota.

Sementara itu, masyarakat mendesak aparat kepolisian agar segera bertindak tegas dan transparan, demi memulihkan rasa aman dan mencegah kekerasan berulang di wilayah Nusaniwe.

Untuk diketahui, penganiayaan yang menimpa korban Semi Pattipeilohy terjadi pada pukul 19.00 WIT.

Para pelaku diduga telah mengintai korban dari kawasan depan swalayan Planet, kemudian berjalan ke depan tempat gorengan.

Disaat itu pemuda belakang penginapan B29 sementara duduk dengan tujuan menjemput jenazah temannya di pelabuhan Gudang Arang dari MBD.

Pelaku Noel, Rei Han dan satu orang lainnya mengikuti pemuda penginapan B29. Sebagian lari masuk ke lorong yang saat itu dalam suasana duka, sedangkan korban lari sendirian ke arah penginapan B29 diikuti oleh para pelaku (Rei Han) dan satu orang lainnya.

Sampai di lokasi, pelaku Noel dari seberang jalan berlari menuju ke arah korban, kemudian mengayunkan senjata tajam ke arah kepala korban, namun berhasil ditangkis sehingga melukai tangan korban.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum.

Laporan resmi baru dibuat ke SPKT Polresta Ambon sekitar pukul 22.30 WIT pada malam yang sama.

Warga menilai lambatnya penanganan aparat keamanan justru membuat pelaku seolah kebal hukum.

Kekerasan yang berulang di lokasi yang sama memunculkan kekhawatiran akan adanya korban susulan jika tidak segera ditindak tegas.(S-26)

BERITA TERKAIT