PIRU, Siwalima.id - Kabupaten Seram Bagian Barat mencatat kemajuan dalam perkembangan potensi ekonomi daerah lewat ekspor perdana komoditas rempah berupa pala dan cengkeh.
Sedikitnya 7,2 ton komoditas pertanian berhasil dikirim ke Negara Vietnam yang terdiri dari 5,2 ton biji Pala dan 1, 6 ton Cengkeh serta 0,4 ton Fuli Pala.
Sekda SBB, Leverne Tuasuun yang melepas ekspor perdana beberapa waktu lalu di Ambon mengaku, ekspor ini harus dapat berjalan secara konsisten dan terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kualitas produk.
Pihaknya juga berjanji akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi pertanian yang ada saat ini.
“Kedepan kita komitmen mendorong sinergi lintas sektor, memperkuat pembinaan petani dan kelompok usaha serta membuka akses pasar lebih luas,” janjinya.
Dengan adanya ekspor perdana ia berharap sumber daya lokal dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.
Selalu perwakilan pemerintah, ia menyampaikan apresiasi serta dukungan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan dalam keberhasilan ekspor perdana tersebut.
“Rutinitas produksi adalah kunci utama agar pabrik di negara tujuan dapat menerima pasokan secara berkelanjutan tidak hanya di musim panen tertentu,” harapnya.
Sementara itu Direktur PT Sinar Hijau Venture, Dessy Yuliana menjelaskan seluruhnya komoditas dihimpun dari petani di Kecamatan Huamual Belakang hingga Taniwel.
“Kami adalah sosial enterprise yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara ekonomi, sosial dan lingkungan. Kami tidak hanya membeli tetapi memberdayakan masyarakat,” katanya.
Ia mengaku pihaknya telah aktif beroperasi di SBB sejak tahun 2022 dan telah menjalin kerja sama dengan 11 kelompok tani. Kerja sama meliputi pembekalan, keterampilan, pengelolaan hasil komoditas agar memiliki nilai tambah.
“Kami kini tengah menjajaki pengembangan produk turunan inovatif seperti minyak kenari,” jelasnya.
Ekspor perdana juga menjadi penting yang menandai keberhasilan sinergi antara petani lokal, kelompok usaha perhutanan sosial, aparatur pemerintah serta sektor swasta.
kolaborasi lintas sektor ini menunjukan produk unggulan daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.
Pengiriman perdana dilakukan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dan mempertegas hasil produksi KUPS yang berada dibawah binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan SBB.
Kepala UPTD KPH SBB Fence Purimahua menyampaikan capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petai untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Keberhasilan ekspor menurutnya menjadi pemicu semangat bagi petani untuk menjaga mutu dan kontinuitas produksi sehingga volume pengiriman ke depan dapat terus meningkat dan melibatkan banyak kelompok produsen.
“Upaya ini sejalan dengan tujuan pembangunan kehutanan berkelanjutan yang menitikberatkan pada hutan lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.(S-27)