TIAKUR, Siwalima.id - Inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Maluku Barat Daya jelang Natal dan Tahun Baru ditemukan ribuan barang kadaluarsa.
4.112 barang kadaluarsa dan kemasan rusak ditemukan di beberapa lokasi dalam Kota Tiakur.
Kabid Perdagangan pada Dinas Perindagkop dan UMKM MBD, William Renjaan mengaku, dalam waktu dekat barang kadaluarsa akan dimusnahkan.
“Hasil temuan barang kadaluarsa termasuk barang dalam kemasan rusak sebanyak 4.112 buah (picis). Paling banyak berupa mie sedap, snack, biskuit dan sabun mandi, sabun cuci, pemutih pakaian dan lainya,” kata Renjaan, kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (9/12).
Temuan barang kadaluarsa dan barang dalam kemasan rusak ini paling banyak ditemukan di agen dan pedagang pengecer atau pedagang- kecil.
Barang bukti temuan untuk sementara diamankan di gudang non SRG Mankwe Duutne dan menunggu waktu untuk melaksanakan pemusnahan.
“Waktu pemusnahan ini dalam waktu dekat atau sebelum Natal sudah dimusnahkan,” jelasnya.
Menurutnya, pemusnahan akan melihatkan pihak Kepolisian/TNI dan OPD terkait serta turut disaksikan oleh pelaku usaha.
Sekedar diketahui sidak barang kadaluarsa sekaligus pemantauan kebutuhan stok barang sembako menjelang Natal dan Tahun Baru sejak 1 Desember lalu,
tiga lokasi yang berbeda dilakukan sidak seperti di Kota Tiakur, desa Wakarleli dan Desa Kayuwatu.
Operasi Pasar
Diberitakan sebelumnya, mendahului kabupaten kota lain di Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya sudah menggelar operasi pasar jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Operasi pasar dilakukan di tiga titik yakni di Desa Kayuwatu, Desa Wakarleli dan Kota Tiakur, Senin (1/12).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda MBD, Imanuel Maupula, mengakui operasi pasar ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sembako, barang kadaluarsa dan BBM jelang Natal dan Tahun Baru.
“Jelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat meningkat sehingga ruang untuk para pengusaha bisa saja menjual barang kadaluarsa dan penimbunan,” jelasnya.
Olehnya, guna memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat, pemkab MBD kemudian melakukan operasi pasar. “Kita memastikan ketersediaan stok ada dan bukan barang kadaluarsa. Dan jika kita ditemukan adanya barang kadaluarsa maka kita memberikan teguran kepada pengusaha/toko tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda MBD, Johzes Leunufna, mengatakan untuk mengendalikan inflasi daerah sehingga kita melakukan pengecekan langsung barang di pasar baik di pedagang pengecer maupun pedagang besar atau agen.
Berdasarkan data dari Dinas Perindagkop MBD, stok sembako untuk menghadapi Natal masih terjaga. “Jadi stok kita satu bulan kedepan masih terjaga. Yang paling penting adalah untuk barang-barang kadaluarsa. Ini yang harus dilihat di lapangan,” jelasnya.
Pihaknya juga memastikan barang-barang yang dijual sesuai peruntukan dan tidak ada barang yang telah kadaluarsa.
Apabila ada lanjutnya, pihaknya akan langsung mengamankan dan pelaku usaha akan diberikan pembinaan. “Kalau sampai dijual lagi berarti ada sanksi yang diberikan kepada pengusaha karena sudah melakukan usaha yang tidak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu stok Bahan Bakar Minyak harus juga di cek sehingga tidak terjadi kelangkaan. (S-28)