SIWALIMA.id > Berita
Perkuat Ekonomi Maluku, BI Dorong UMKM dan Digitalisasi Pembayaran
Online | Sabtu, 4 Oktober 2025 pukul 01:46 WIT

AMBON, Siwalimanews – Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali mengapresiasi Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon atas dukungan serta komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan saat membuka Maluku Manggurebe 2–4 Oktober 2025 di Pattimura Park, Kota Ambon.

Event tahunan ini mengusung tema Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kreativitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Inklusif dan resmi dibuka, Jumat (3/10) oleh Deputi Gubernur BI dan dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala KPw BI Maluku Muhamad Latif, serta Walikota Ambon Bodewin Wattimena.

Menurut Ricky, kegiatan ini merupakan strategi BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM, industri kreatif, keuangan syariah, dan potensi daerah berdaya saing.

“Mari kita terus memperkuat energi dan kolaborasi guna meningkatkan daya tahan UMKM serta mendorong replikasi praktek terbaik secara luas,” ujarnya.

Ia menuturkan, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2025 tercatat sebesar 3,39 persen. Dimana sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi masih menjadi penopang utama, meskipun kinerja ekspor dinilai perlu mendapat perhatian lebih.

“Inflasi daerah juga masih terkendali, seiring mulai meningkatnya produksi hortikultura,” ujar Ricky.

Mauku kata Ricky, memiliki potensi besar dari komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, kelapa, hasil laut, tenun tradisional, serta pariwisata berbasis ekosistem laut dan Bank Indonesia, terus mendorong penguatan sektor tersebut melalui pemanfaatan teknologi, khususnya sistem pembayaran digital berbasis QRIS.

Hingga semester I 2025, jumlah merchant QRIS di Maluku telah mencapai 97.000 dengan sekitar 153.000 pengguna. Volume transaksi tercatat 3,20 juta kali dengan nilai mencapai Rp661 miliar.

“Perluasan QRIS diharapkan semakin mendukung UMKM dan pariwisata di tanah kelahiran Pattimura ini,” kata Ricky.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga sinergi yang sudah terjalin.

“Semoga Maluku Mahkota Kelima tahun 2025 ini mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan UMKM, industri kreatif, dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku,” tutur Ricky.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga mengapresiasi BI atas inisiatif dan konsistensi dalam menyelenggarakan Maluku Manggurebe 2025.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat fondasi perekonomian Maluku.

“Melalui forum ini, kita semakin meneguhkan arah pengembangan UMKM, memperluas ruang gerak industri kreatif, memperdalam inklusi keuangan syariah, serta mempercepat transformasi digital daerah,” ujar Hendrik.

Ia menilai, tema kegiatan tahun ini, Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kreativitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Inklusif, sangat relevan dengan kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian. Perkembangan teknologi digital, menuntut dunia usaha termasuk UMKM untuk beradaptasi dan memanfaatkan pasar global secara optimal.

Kerja sama lintas sektor menjadi modal sosial penting bagi Maluku dalam menghadapi tantangan. Dengan energi dan kolaborasi, saya yakin Maluku bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa unggul di tingkat nasional maupun global,” tandas gubernur.

Pemerintah Provinsi Maluku lanjut gubernur, percaya bahwa sinergi antara pemda, BI, perbankan dan dunia usaha, akademisi, komunitas kreatif serta masyarakat luas akan membangun ekosistem ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, mari kita terus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dengan memperkuat peran UMKM dan memaksimalkan potensi unggulan daerah. Dengan semangat kebersamaan, saya percaya Maluku mampu menghadapi berbagai tantangan global,” tandas gubernur. (S-25)

BERITA TERKAIT