AMBON, Siwalimanews –Â Duta Besar Australia unÂtuk Indonesia Rod Brazier berÂsama delegasinya meÂnyambangi Universitas Pattimura Ambon.
Kunjungan yang berlangÂsung di Aussie Banget Corner Unpatti itu, bertujuan unÂtuk memperkuat hubuÂngan bilateral IndonesiaâAustralia, khususÂnya di biÂdang pendidikan, peneliÂtian dan pengabdian kepaÂda masyarakat.
Rod Brazier pada keÂsemÂpatan itu mengaku, kedekatan geografis antara Australia dan Maluku meÂrupakan poÂtensi besar unÂtuk kolaborasi pendidikan dan pertukaran pengetahuan.
Ia juga menyebut, keberadaan Aussie Banget Corner sebagai contoh nyata upaya mempererat hubungan kedua wilayah melalui pemahaman budaya, literasi serta akses informasi tentang Australia.
âKedekatan geografis memberi peÂluang besar bagi kolaborasi pendidikan dan pertukaran pengetahuan. Aussie Banget Corner menjadi jembatan yang memperkuat hubungan masyarakat Maluku dan Australia melalui pemahaÂman budaya yang saling menghargai,â ucap Brazier.
Ditempat yang sama Wakil Rektor BiÂdang Perencanaan, Kerja Sama dan SisÂtem Informasi Unpatti Ruslan H S Tawari memberikan apresiasi atas kunjuÂngan Duta Besar Australia tersebut.
Tawari menilai, kegiatan ini merupaÂkan capaian penting yang menunjukkan kiprah Unpatti dalam memperluas jejaring internasional. âKami berterima kasih kepada tim Aussie Banget Corner yang telah menghadirkan kegiatan inspiratif dan berhasil menghadirkan Duta Besar Australia. Ini capaian luar biasa yang memÂperkuat posisi Unpatti dalam kerja sama global,â ucap Tawari.
Kunjungan ini kata Tawari, menjadi wujud eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia, terutaÂma di sektor pendidikan tinggi.
Bahkan, menurutnya kolaborasi keÂdua negara membuka peluang pengemÂbangan program akademik, penelitian bersama dan pemberdayaan masyaraÂkat di wilayah timur Indonesia.
âKehadiran Duta Besar hari ini meneÂgaskan kembali, bahwa hubungan kedua negara berjalan baik. Ini momentum untuk meningkatkan kerja sama, termasuk program pertukaran mahaÂsiswa dan peniÂngkatan mobilitas akademik,â ujarnya.
Ruslan berharap, kunjungan tersebut dapat membuka jalan bagi realisasi program student exchange dan kerja sama akademik yang lebih konkret.
âKami ingin agar Aussie Banget Corner bukan hanya simbol kerja sama, tetapi juga pusat inovasi dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa,â tutupnya.
Ketua Aussie Banget Corner Unpatti Ayu Abdullah juga menyampaikan teriÂma kasih atas dukungan universitas terÂhadap seluruh kegiatan yang dijalankan pihaknya. âKunjungan pak dubes hari ini, tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan penuh dari Unpatti. Ini bentuk apresiasi terhadap para relawan yang telah bekerja sukarela menjalankan berbagai program,â ujar Ayu.
Ayu menjelaskan, inisiatif Aussie Banget Corner, bertujuan membangun pemahaman lintas budaya antara generasi muda Maluku dan Australia melalui kegiatan edukatif dan interaktif.
âKami ingin anak-anak muda Maluku memahami bahwa hubungan Indonesia dan Australia tidak hanya di tingkat diplomasi, tetapi juga dalam bidang akademik dan budaya,â ucap Ayu.
Sejumlah program unggulan kata Ayu, telah dijalankan, seperti sosialisasi beasiswa Australia Awards, pelatihan IELTS, dan kegiatan Speaking Club yang terbuka untuk umum dan gratis diikuti.
âSaat ini kami sudah menjalankan dua batch Speaking Club dengan lebih dari 120 peserta dari Unpatti, UIN, IAKN, dan SMA di Ambon,â urai Ayu.
Kunjungan Duta Besar Australia ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat hubungan IndonesiaâAustralia, khususnya melalui jejaring penÂdidikan tinggi dan pertukaran pengetaÂhuan di kawasan timur Indonesia. (S-25)