SIWALIMA.id > Berita
Pertamina Perkuat Ketangguhan Sekolah Siaga Bencana
Online | Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 13:47 WIT

AMBON, Siwalima.id – Melihat pentingnya kesadaran akan kesiapsiagaan menghadapi bencana, maka Pertamina Patra Niaga Papua Maluku melalui unit operasi Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah,  menyelenggarakan program Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana.

Kegiatan yang berlangsung atas kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ternate dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kelurahan Tubo ini dirasakan sangat penting lantaran kesiapsiagaan dan kesadaran sejak dini menjadi langkah krusial dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi kondisi bencana.

“Apalagi bagi masyarakat Kota Ternate yang karakteristik wilayahnya berada di kawasan rawan bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung api, banjir dan tanah longsor. Ini menjadi komitmen nyata kami dalam menjalankan program tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan," tulis Manager AFT Babullah, Winaryanto dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima. Id, Jumat (16/1).

Winaryanto mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada anak-anak sekolah, agar memiliki pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana, langkah penyelamatan diri, serta tindakan yang tepat sebelum, saat dan setelah terjadi bencana. 

Kali ini, edukasi menyasar siswa MI Swasta Fathul Munir, sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini. Program ini dirancang, untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar mengenai langkah penyelamatan diri yang terstruktur sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. 

“Kolaborasi bersama BPBD dan FPRB Kelurahan Tubo adalah, kunci untuk memastikan materi edukasi relevan dengan kondisi risiko bencana lokal yang berpotensi terjadi dan kondisi masyarakat. Kami ingin pastikan siswa tidak hanya paham secara teori, tetapi juga tanggap dalam praktik,” jelas Winaryanto. 

Ia mengaku, 66 siswa berpartisipasi aktif dalam sesi edukasi interaktif dan materi disampaikan melalui metode yang menyenangkan, mulai dari simulasi evakuasi mandiri, praktik dasar penyelamatan, hingga games kebencanaan dilaksanakan, agar pesan mitigasi lebih mudah diserap dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertamina Patra Niaga, sebelumnya juga telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur keselamatan di lokasi sekolah, meliputi pembuatan jalur evakuasi, guna memastikan akses keluar yang aman dan terarah serta pemasangan rambu dan titik kumpul untuk memudahkan koordinasi massa saat situasi darurat.

“Fokus kami adalah, menciptakan sistem keamanan sekolah yang mandiri melalui bantuan fisik dan kapasitas masyarakat itu sendiri dengan harapan, program ini dapat berkontribusi dalam membangun ketangguhan masyarakat, dimulai dari lingkungan sekolah,” harap Winaryanto.

Masih dalam rilis tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, Anhar Alaudin, menambahkan, kegiatan ini bisa menanamkan refleks keselamatan, agar mereka mampu melindungi diri sendiri dan memberikan pengaruh positif bagi keluarga mereka di rumah terkait kesiapsiagaan bencana. 

“Jadi, meskipun pada kesempatan ini hanya 66 siswa yang mengikuti edukasi interaktif, mereka ini bisa membawa cerita kepada keluarganya atau teman-teman sekitarnya. Kesadaran sejak kecil harapannya juga bisa bangun fondasi yang kuat kelak ketika dewasa, ini bisa bermanfaat sebagai mitigasi risiko jangka panjang, mengingat wilayah Ternate ini karakteristiknya terdapat beberapa potensi bencana alam," jelas Anhar.

Sementara Ketua FPRB Kelurahan Tubo, Jumilita Abdullah, menyambut baik program sekolah siaga dan tanggap bencana bagi siswa MI Fathul Munir, sebab anak-anak merupakan salah satu lapisan masyarakat yang harus terus dibekali pentingnya siap siaga bencana.

“Anak-anak sangat penting diberikan pengetahuan dini, karena saat terjadi bencana, kondisinya pasti tidak kondusif, bisa saja terpisah dari orang tua, atau jalur komunikasi terputus dan sebagainya. Karenanya, kegiatan ini dibuat semenyenangkan mungkin, interaktif, jadi anak-anak senang mengikutinya, apa yang diajarkanpun harapannya bisa terus diingat sebagai bekal nanti,” harap Jumilita.(S-27)

BERITA TERKAIT