Pasca ledakan yang diduga berasal dari amunisi jenis Grenade Launcher Machine (GLM), Polres Tanimbar mulai melakukan penyelidikan.
Peristiwa ledakan yang terjadi di Desa Atubul Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu, menewaskan dua warga serta sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan granat yang diduga merupakan sisa latihan militer terjadi pada Minggu (15/3). Granat jenis apel tersebut, meledak di dalam rumah warga sekitar pukul 21.00 WIT itu.
Granat yang diduga merupakan sisa latihan ini, sebelumnya ditemukan di area kebun warga dan dibawa pulang ke rumah, lantaran dikira sebagai benda antik.
Kapolres Tanimbar, AKBP A Yani melalui Kasi Humas, Iptu Olofi Anus Batlayeri menjelaskan, penyelidikan yang dilakukan sekaligus olah tempat kejadian perkara, untuk memastikan penyebab ledakan, sekaligus menjamin keamanan warga di sekitar lokasi kejadian.
Personel yang melakukan olah TKP juga, telah memasang garis polisi untuk mensterilkan area dari aktivitas warga.
Langkah ini dilakukan guna menghindari potensi bahaya dari sisa bahan peledak yang mungkin masih terdapat di lokasi. Selain itu, tim ahli juga telah mengamankan sejumlah komponen yang diduga berasal dari amunisi GLM untuk diuji di laboratorium forensic
Sejumlah pihak telah dimintai keterangan yang merupakan saksi mata di lokasi kejadian.
Warga Desa Atubul Dol, agar tetap tenang dan tidak menyentuh benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul amunisi militer tersebut serta penyebab pasti ledakan.
Ledakan granat ini menjadi catatan penting bagi pihak kepolisian lebih meningkatkan pengawasan, dan bila perlu melakukan tindakan penyisiran, razia, atau pembersihan secara menyeluruh, baik dalam konteks fisik (membersihkan sampah/area) maupun penertiban oleh aparat kepolisian, guna memastikan tidak ada benda peninggalan lama sisa-sisa militer.
Kita berharap, aparat kepolisian dalam proses penyelidikan dapat menemukan titik terang dari kasus tersebut, sekaligus meningkatkan pengawasan. Kita juga berharap tidak ada lagi hal seperti ini terjadi yang pada akhirnya membuat warga menjadi korban, dan hasil penyelidikan juga bisa segera disampaikan sehingga publik juga mengetahuinya.(*)