SIWALIMA.id > Berita
POPMAL Terancam Ditunda Hingga Tahun 2027
Olahraga | Selasa, 14 April 2026 pukul 13:39 WIT

AMBON, Siwalima - Rencana digelarnya Pekan Olahraga Provinsi Maluku V 2026 terancam ditunda hingga tahun 2027 mendatang.

Minimnya anggaran membuat  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku harus menunda sementara event olahraga tersebut.

Wakil Ketua Umum I KONI Maluku, Albert Fenanlampir mengungkapkan pihaknya dalam rapat pleno sebelumnya telah menetapkan pelaksanaan POPMAL V berlangsung 9-18 September 2026.

Namun dengan memperhatikan kondisi efisiensi anggaran yang dialami Pemerintah Provinsi Maluku tentu pelaksanaan POPMAL V terancam diundur ke Februari 2027.

“kita memang belum melakukan pleno untuk memutuskan sikap terkait waktu pelaksanaan POPMAL V tapi kemungkinan akan ditunda ke Februari 2027,” kata Fenanlampir kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (13/4).

KONI katanya tentu berkeinginan agar event olahraga terbesar di Provinsi Maluku ini dapat dihelat sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga menuju event nasional, namun KONI juga harus realistis dengan kondisi yang dialami pemprov.

Untuk tahun 2026 ini, terdapat tiga event olahraga yang harusnya dihelat yakni Popmal V, Maluku Bangkit dan juga PON bela diri II gelombang 2 sehingga membutuh­kan anggaran yang tidak sedikit.

Untuk event olahraga Maluku bangkit saja menurutnya membutuhkan anggaran Rp 9-11 miliar, sementara Popmal Rp 11-14 miliar.

“Kalau tiga event ini jalan tahun 2026 ini, saya pikir tidak akan mungkin karena anggarannya tidak akan mencukupi, sehingga harus ada prioritas,” jelasnya.

Ia menegaskan kepastian penun­daan POPMAL V harus menunggu Pleno KONI Maluku yang akan berlangsung beberapa hari kedepan sekaligus KONI akan memutuskan prioritas event tahun 2026.

Walaupun nantinya POPMAL V ditunda ke tahun 2027, namun ia menegaskan bila di tahun 2027 nanti prioritas juga akan bertambah sebab akan ada banyak event yang harus terjadi.

“Tahun depan itu prioritas akan bertambah lagi karena ada pra PON sepanjang tahun, ada juga kelanju­tan program Maluku bangkit tahap 2 maka tentu saja harus hitung secara benar,” jelasnya.

Fenanlampir menegaskan KONI Maluku tidak akan mungkin men­dorong program jika anggaran tidak tersedia secara maksimal sebab akan berdampak pada upaya peningkatan prestasi olahraga.(S-20)

BERITA TERKAIT