SIWALIMA.id > Berita
Redam Ketegangan di Gunung Tembaga, Latukaisupy Lakukan Mediasi
Online | Senin, 9 Februari 2026 pukul 15:36 WIT

AMBON, Siwalima.id - Anggota DPRD Maluku, Zein Syaiful Latukaisupy, bergerak cepat meredam ketegangan antar warga Desa Luhu dan Iha, pasca insiden pembakaran sejumlah sepeda motor di kawasan Gunung Tembaga, Kabupaten SBB.

Langkah cepat ini diambil Latukaisupy, menyusul aksi pembakaran kendaraan bermotor milik penambang, sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus penganiayaan terhadap salah seorang penambang (La Ode Jamilu-red) warga Kota Ambon, oleh sejumlah pemuda yang diduga mencuri hasil tambang milik warga Negeri Iha.

Kepada Siwalima.id, melalui telepon selulernya, Senin (9/2), Latukaisupy mengungkapkan, korban dianiaya menggunakan benda keras hingga harus dilarikan ke Puskesmas Negeri Iha untuk mendapatkan perawatan medis. Situasi sempat memanas, karena warga menuntut agar pelaku segera ditangkap.

“Warga Negeri Iha sudah memberi waktu 2x24 jam kepada pihak Polsek Huamual untuk menangkap pelaku. Namun setelah ditunggu hingga tiga hari, tidak ada perkembangan, sehingga warga menjadi emosi dan melampiaskan protes dengan membakar kendaraan di lokasi tambang,” beber Latukaisupy.

Ia mengaku, kecewa dengan kinerja Polsek Huamual yang dinilai lamban merespons laporan masyarakat, sebab penanganan yang tidak cepat dan tegas, justru berpotensi memicu konflik horizontal.

Untuk meredam situasi, Latukaisupy kemudian berkoordinasi dengan penanggung jawab tambang dan seluruh pihak terkait. 

Ia juga menghimbau, kepada para pelaku penganiayaan maupun pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran, harus segera menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus dijamin. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindak kekerasan maupun perusakan. Semua harus diproses sesuai hukum,” tegas Latukaisupy.

Sebagai langkah bijak dan bentuk mediasi, Latukaisupy mendorong partisipasi warga Desa Iha dan Luhu untuk bersama-sama mengganti kendaraan yang terbakar, demi mencegah munculnya dendam dan konflik berkepanjangan.

“Saya ambil langkah ini agar ada rasa tanggung jawab bersama, sehingga tidak menimbulkan dendam dan keinginan balas-membalas yang bisa memperparah keadaan,” tandas Latukaisupy.

Latukaisupy juga minta, agar untuk sementara waktu, warga Negeri Iha hanya menggunakan jalur laut dalam beraktivitas, guna menghindari potensi gesekan pasca insiden tersebut. Sementara kepada Pemerintah Desa Luhu, ia memastikan warganya tetap dapat melintas jalur darat dengan aman.

Tak hanya itu, Latukaisupy menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun dari warga Negeri Iha, baik di Dusun Uhe maupun Dusun Hulung, yang berani melakukan kekerasan terhadap warga Desa Luhu.

“Saya tegaskan, jika ada warga Iha yang melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap warga Luhu, maka saya akan ambil langkah tegas, yakni mengeluarkan pelaku dari lokasi tambang dan wilayah Negeri Iha,” ancam Latukaisupy.

Langkah ini diambil, menurut Latukaisupy, semata-mata demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan keharmonisan antar warga di kawasan pertambangan.(S-26)

BERITA TERKAIT