AMBON, Siwalimanews – Akademisi Fisip Unpatti, Paulus Koritelu meyakini GuberÂnur Maluku, Hendrik Lewerissa bakal mengutamakan keahlian dan kemampuan manajerial daÂlam penempatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.
Koritelu bilang, mekanisme pengisian yang didasarkan pada aturan memang akan mengÂhasilkan pimpinan OPD yang berkualitas.
Dijelaskan, rencana Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meÂlakukan pengisian jabatan deÂngan pendekatan lelang terbuka tenÂtu sangat baik dan patut diÂdukung.
âJadi dengan mekanisme lelang terbuka maka secara administratif maupun substansial yang berhubuÂngan dengan kapabilitas dan keÂmamÂpuan akan bisa diterapkan,â ujar Koritelu kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (16/4).
Dia mengakui, dalam pengisian jabatan birokrasi sangat tergantung dari keinginan kepala daerah, namun mestinya harus terlepas dari kepenÂtiÂngan politik.
Artinya, Gubernur harus secara objektif dan transparan mengÂgunakan pendekatan meritokrasi, agar ekspektasi masyarakat Maluku yang diletakkan diatas pundak GuÂbernur dan Wakil Gubernur Maluku itu dapat wujud nyatakan.
âSaya meyakini sungguh seorang Gubernur Maluku akan mengutaÂmakan keahlian dan kemampuan dalam pengisian jabatan birokrasi, sebab ini menyangkut implementasi janji-janji kampanyenya,â kata Koritelu.
Selain itu, gubernur lanjut KoriÂtelu harus berhati-hati dalam meÂnempatkan pimpinan khususnya pada OPD-OPD penghasil pendapaÂtan bagi daerah.
Apalagi beberapa waktu belaÂkangan ini PAD Maluku mengalami penurunan sehingga dibutuhkan pimpinan OPD yang inovatif untuk menghasilkan pendapatan.
âUntuk OPD penghasil pendaÂpatan daerah memang gubernur harus selektif, supaya yang duduk nantinya dapat berinovasi untuk mendatangkan PAD,â tegasnya.
Tak akan Gegabah
Sementara itu akademisi Fisip UKIM Amelia Tahitu mengaku, seorang Gubernur Maluku seperti Hendrik Lewerissa tidak akan geÂgabah dalam menempatkan pimpiÂnan OPD.
Menurutnya gubernur Maluku memiliki begitu banyak pengalaman yang akan dijadikan dasar dan perÂtimbangan dalam memilih pimpinan OPD.
âKita yakin pak gubernur ini mau yang terbaik bagi Maluku, jadi pasti gubernur akan selektif dalam memilih siapa saja yang akan duduk dalam kabinet,â jelas Tahitu kepada Siwalima melalui telepon selulerÂnya, Rabu (16/4).
Tak hanya itu, gubernur juga diyakini akan mengedepankan keÂahlian dan kemampuan manajerial dari seperti ASN yang nantinya akan mengisi jabatan eselon II.
Komitmen Gubernur untuk melakukan tata kelola pemerintahan lanjut Tahitu akan dilakukan tanpa menggunakan pendekatan like and dislike.
âKita percayakan saja kepada pak Gubernur, kita yakin siapapun yang nantinya ditetapkan sebagai pimpiÂnan OPD sudah sesuai dengan keÂbutuhan di OPD tersebut,â tamÂbahnya.
Rombak Birokrasi
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah dilantik pada 20 Februari lalu, Gubernur Maluku Hendrik LeweÂrissa berencana melakukan peromÂbakan birokrasi di lingkup PemeÂrintah Provinsi Maluku.
Lalu, siapa sajakah yang akan bergeser dan siapa yang mendapat promosi?
Gubernur masih mengkaji dan akan segera melakukan uji kompeÂtensi yang kemudian diikuti dengan lelang jabatan.
Kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (15/4) mantan anggota DPR dapil Maluku ini mengatakan, penataan birokrasi merupakan salah satu poin dalam Sapta Cita Lawamena.
Perombakan birokrasi lanjut gubernur, merupakan suatu kehaÂrusan yang akan dilakukan guna memaksimalkan proses pemeÂrintahan daerah.
âPerombakan birokrasi itu satu hal penting yang akan saya lakukan dan tidak bisa ditawar-tawar. Jadi kalau ada orang yang bilang saya lamban dalam melakukan perombakan biroÂkrasi, maka saya pastikan proses itu sedang berjalan,â tegas Gubernur.
Ketua DPD Partai Gerindra MaÂluku ini memastikan, dalam waktu dekat akan melakukan uji kompetensi terhadap para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memenuhi syarat mengisi jabatan eselon II.
Uji kompetensi menurut gubernur, dilakukan guna mendapatkan ASN yang memiliki kemampuan manajeÂrial untuk memimpin setiap orgaÂnisasi perangkat daerah.
Tindak lanjut dari uji kompetensi tersebut ujarnya, maka akan dilakuÂkan lelang jabatan secara terbuka sebagai bentuk penerapan meriÂtokrasi dalam penataan birokrasi.
âSetalah ujian kompetensi dilaÂkukan, kita akan melakukan lelang jabatan. Jadi saya pastikan segera dilakukan perombakan birokrasi,â jelasnya.
Terkait dengan target waktu lelang jabatan, Gubernur meneÂgaskan ditargetkan seluruh proses lelang jabatan akan dilakukan paling lambat Mei mendatang.
Gubernur memastikan semua ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti pengisian jabatan. âSaya pastikan tidak ada like and dislike dalam pengisian jabatan birokrasi, semua ASN diberikan kesempatan yang sama,â tegasnya. (S-20)