AMBON, Siwalima.id - Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, warga di kawasan Keisya, Desa Urimessing dan kawasan Kudamati Atas, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, akhirnya bisa bernapas lega.
Pasalnya, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Yapono memastikan, persoalan air bersih di kawasan tersebut segera teratasi melalui pengembangan jaringan pipa distribusi baru.
Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima mengaku, pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengerjakan pengembangan jaringan sepanjang empat kilometer yang akan mengaliri dua kawasan itu.
“Hari ini tim sudah mulai bekerja. Jangkauannya empat kilometer dan akan mengaliri warga di Kudamati Atas dan Keisya,” ucap Saimima kepada Siwalima.id di sela-sela pengerjaan jaringan pipa tersebut, Senin (10/11).
Menurut Saimima, proyek tersebut menjadi titik kelima dari enam lokasi yang ditargetkan rampung pada tahun 2025. Beberapa titik sebelumnya yang telah selesai antara lain Waimahu, Tahola, Passo dan Halong Atas.
“Ada juga di Benteng Karang, tetapi itu kerja sama kami dengan Dinas PUPR Ambon. Target kami tahun ini enam titik diselesaikan,” tandas Saimima.
Perumdam Tirta Yapono kata Saimima, berkomitmen mendukung Program Prioritas, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dalam penyediaan layanan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat.
Pengerjaan jaringan pipa di Kudamati atas dan Keisya, ditargetkan selesai pada 17 November nanti dan akan diresmikan langsung oleh Walikota Ambon.
“Kita targetkan di pekan ketiga bulan ini, pengerjaannya sudah selesai,” ucap Saimima.
Setelah beroperasi kata Saimima, jaringan tersebut diperkirakan dapat melayani 200 hingga 300 kepala keluarga di dua kawasan itu. Jika jaringan di Benteng Karang juga rampung, jumlah pelanggan yang terlayani akan bertambah sekitar 500 hingga 600 KK.
Selain meningkatkan akses air bersih, program ini juga meringankan beban ekonomi warga di dua kawasan ini.
“Kalau beli air lewat truk tangki, warga bisa menghabiskan sampai Rp1 juta/bulan. Sementara lewat Tirta Yapono, paling tinggi hanya sekitar Rp200 ribuan,” beber Saimima.
Saimima berharap, seluruh persoalan air bersih di Kota Ambon dapat teratasi pada tahun 2030 nanti.
“Kami targetkan di tahun 2030 tidak ada lagi warga Ambon yang kesulitan mendapatkan air bersih,” janji Saimima.(S-25)