AMBON, Siwalima.id - Pasca pergantian direktur RSUD dr M Haulussy dari Novita Nikijuluw kepada Winny Leiwakabessy, kondisi tata kelola rumah sakit plat merah ini kembali memprihatinkan.
Keprihatinan ini muncul, setelah persoalan sampah maupun sprei bekas pasien rabies yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, dibiarkan begitu saja berserakan diatas lantai depan salah satu ruangan isolasi. Padahal, pasien rabies tersebut telah meninggal dunia sejak empat hari lalu, namun hingga, Rabu (25/2) tidak dibersihkan dan dibiarkan begitu saja.
Sumber Siwalima di RSUD Haulussy yang enggan namanya dipublikasikan itu membenarkan, kalau persoalan sampah dan bekas sprei pasien rabies yang meninggal dunia tersebut telah terjadi sejak empat hari lalu, namun tak kunjung dibersihkan.
“Betul jadi memang sampah itu sudah dari empat hari lalu setalah pasien rabies itu meninggal, tapi tidak dibersihkan,” bebernya.
Kondisi ini kata sumber itu, menunjukkan tata kelola pengelolaan rumah sakit yang kembali buruk semenjak ditinggalkan direktur yang lama.
Sumber juga mengaku, selama ini persoalan sampah pasien jarang terjadi, namun setelah pergantian direktur justru masalah ini muncul kembali dan menunjukkan lemahnya pengawasan dari Direktur RSUD Haulussy.
“Coba bayangkan sampah pasien rabies tidak dibersihkan setelah meninggal dunia dan masuk pasien rabies lain lagi,bagaimana? Ini menunjukkan manajerial dari direktur yang baru sangat lemah,” cetusnya.
Persoalan sampah pasien yang tidak dibersihkan ini kata dia, tentu akan menggangu citra rumah sakit yang beberapa waktu belakangan ini mulai ada perbaikan.
“Kasihan juga kalau citra rumah sakit yang sudah bagus lalu kembali terpuruk hanya karena lemahnya manajerial pimpinan di RSUD ini,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr M Haulussy, Winny Leiwakabessy yang dikonfimasi Siwalima melalui telepon selulernya, memilih tidak merespon panggilan, bahkan pesan singkat lewat aplikasi WhatsAppnya juga, hanya dibaca, namun tak meresponnya.(S-20)