AMBON, Siwalima.id - Penyerapan tenaga kerja di Maluku sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2025 mengalami kenaikan yang signifikan.
Pasalnya ditengah kondisi pelemahan ekonomi yang berdampak pada terbukanya lapangan justru sebanyak 14.772 anak Maluku mendapat pekerjaan.
“Kondisi ketenagakerjaan di Maluku menunjukkan kenaikan, penduduk yang bekerja sebanyak 922.486 orang, naik sebanyak 14.772 orang dari agustus 2024,” ucap Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Kamis (13/11).
Peningkatan serapan tenaga kerja di Maluku banyak terjadi pada sektor pertanian, perdagangan dan jasa sosial, termasuk tenaga pendidik dan kesehatan di daerah Sedangkan lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar selama kurun waktu satu tahun terakhir berasal dari kategori industri pengolahan.
Kendati begitu, Kasrul mengaku masih terdapat tantangan berupa dominasi tenaga kerja informal dan rendahnya produktivitas di beberapa sektor tradisional yang harus menjadi fokus pemerintah daerah.
Untuk memastikan serapan tenaga kerja yang lebih banyak, Gubernur kata Kasrul terus mendorong masuknya investasi pada bidang yang membuka lapangan kerja baru sehingga peluang anak-anak Maluku untuk mendapatkan lapangan pekerjaan juga terbuka.
“Pemerintah provinsi akan terus membangun kolaborasi dengan stakeholder lainnya (swasta, lembaga keuangan) memperluas program pelatihan vokasi dan wirausaha muda, agar masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan struktur ekonomi dan era digital,” ujar Kasrul.
Pemprov tambah Kasrul menyampaikan apresiasi kepada pihak – pihak yang sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat pelaku usaha UMKM untuk berpartisipasi dalam kegiatan–kegiatan festival umkm maupun showcase UMKM dan sebagainya. (S-20)