AMBON, Siwalima.id - Sebagai ujung tombak pengiriman energi sampai ke masyarakat,maka para sopir mobil tanki di wilayah Papua dan Maluku terus dibekali peningkatan kehandalan dan kewaspadaan dalam mengendarai truk tanki yang berisi BBM melalui pelatihan proficiency test.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo menjelaskan, pelatihan ini memiliki tujuan utama, untuk memastikan aspek keamanan dan kehandalan distribusi bagi masyarakat.
“Dalam membawa BBM atau barang khusus, sopir mobil tanki harus memiliki standar kompetensi tertentu. Kemampuan ini harus diperbarui dan ditingkatkan sesuai teknologi kendaraan, dengan harapan makin meningkatnya kesadaran akan keselamatan operasional,” tulis Awan dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Rabu (17/12).
Awan mengaku, Pada masa sebelum Natal dan Tahun Baru, 95 awak mobil tanki yang bertugas di Jayapura, Sorong dan Tobelo sudah mengikuti pelatihan ini, yang telah dilaksanakan dalam rentang waktu 18 November sampai dengan 7 Desember 2025 untuk 3 lokasi .
Ini menjadi bekal untuk memastikan, layanan dan distribusi jelang masa libur dilakukan sesuai perencanaan, dan tentu dengan mengutamakan aspek keselamatan.
“Harapannya kewaspadaan dan keselamatan akan selalu menjadi prioritas para sopir mobil tanki, mengingat barang yang dibawa adalah BBM r yang bisa menjadi berbahaya. Dengan sopir mobil tanki yang baik, meningkatkan jaminan kehandalan distribusi BBM, minyak tanah, dan LPG di Papua Maluku dilakukan dengan tepat waktu, apalagi jelang memasuki masa libur akhir tahun,” jelas Awan.
Masih dalam rilis tersebut, salah satu instruktur dalam pelatihan yang juga Ketua Sub Komite Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Senior Investigator di KNKT, Ahmad Wildan, bahwa sopir mobil tanki harus berkala diberikan pengingat, tentang pentingnya mengemudi dengan baik guna mengurangi potensi kecelakaan yang diakibatkan faktor manusia.
“Faktor manusia berperan besar terhadap peralatan yang digunakan, yang dibawa oleh para sopir mobil tanki Pertamina ini kami sebut dangerous goods, sehingga menjadi sangat penting kehandalan, kewaspadaan, dan pentingnya para sopir a untuk saling menerapkan prinsip keselamatan dalam berkendara. Jadi dengan pelatihan ini harapannya akan meningkatkan kinerja awak mobil tanki dalam hal keselamatan dan keamanan kerja,” tutup Ahmad. (S-27)