WAKIL Bupati MBD, Agustinus Lekwarday Kilikily melaunching Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pemuda Melalui Kolaborasi Menuju Beta Mandiri di MBD, Strategi Mengatasi anak putus sekolah melalui kolaborasi Pentahelix (Siapa Merasa) di MBD dan Strategi Kolom Perak: Strategi Kolam Lubuh Menjadi Pelabuhan Rakyat, yang berlangsung di pasar ikan Hnyioli Lieta, Selasa (21/10).
Dalam sambutanya Wabup mengatakan, pemerintah daerah MBD tetap mendukung penuh penulisan yang dilakukan ketiga reformer yakni Ibu Julietty Frans, Roberth Japeky dan Samuel Rupilu.
Penulisan ini sangat membantu Pemda dalam menjawab dan menangani masalah pengangguran di daerah.
âSesuai pengalaman yang terjadi selama ini, dimana satu kali Wisuda diatas 400 orang dengan demikian lapangan pekerjaan sangat sulit sehingga melalui inovasi ini dapat membantu pemuda dimana sebelum mendapat pekerjaan mereka sudah bisa menÂ-cari pekerjaan sampingan sendiri untuk menjawab kebutuÂhan-kebutuhan sehari-hari,â katanya.
Pemda juga, kata Wabup mendukung penulisan mengenai strategi Mengatasi anak putus sekolah melalui kolaborasi Pentahelix (Siapa Merasa) di MBD yang dilakukan oleh reformer Roberth Japeky karena menurut Wabup bahwa anak putus sekolah di MBD dari SD sampai SMP sebanyak 485 anak dan ini merupakan tantangan besar bagi kita semua.
Namun Pemda mengucapkan banyak terima kasih karena jantung dari MBD ada di Tiakur yang mana sudah bisa melakukan pendekatan insentif terhadap anak-anak kita yang ada di Toinaman.
âAnak-anak kita harus diberikan kekuatan, pendidikan sehingga pegangan dalam kehidupan mereka bisa terjawab ke masa depan,â ujarnya.
Selain itu Pemda mendukung penulisan yang dilakukan oleh Samuel Rupilu mengenai Strategi Kolom perak: Strategi Kolam Lubuh Menjadi Pelabuhan Rakyat.
Ini sangat penting karena kita berada di daerah kepulauan. Bahkan pulau ini berhadapan langsung dengan Barat. Sehingga kalau musim barat tidak ada lokasi pelabuhan yang memungkinan bagi perau nelayan.
âMelalui proper ini sangatlah strategis untuk menjawab pelayanan perikanan di MBD. Artinya proper ini selesai dan bisa dimanfaatkan nelayan kita secara baik-baik dimana perau perau dapat dilindungi dengan baik. Pada prinsipnya Pemda MBD mendukung ketiga reformer dalam penulisan ini,â jelasnya.
Wabup menambahkan, penulisan dari tiga reformer ini merupakan dari masing-masing dinas yang sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati sehingga Pemda MBD mendukung penuh segala karya yang telah disiapkan melalui tahapan tahapan baik setelah dari Semarang hingga tiba di MBD untuk melakukan semua persiapan kaitanya dengan penulisan untuk mencapai sebuah inovasi baru.
âKami percaya pelaksanaan kegiatan ini sudah melalui beberapa tahapan dan telah dilakukan diskusi-diskusi dengan stakholder, baik stakholder internal maupun eksternal sehingga telah memperoleh data yang sebaik-baiknya untuk dapat dipertanggung jawabkan pada pelaksanaan ujian akhir nantinya. Sehingga setelah ini, hal ini dapat disosialisasikan lanjut dan bisa dilaksakan sesuai harapan yang berada pada Pemda MBD,â pungkas Wabup. (S-28)