PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus memperkuat langkah strategis untuk membuka konektivitas dan mendorong percepatan pembangunan daerah.
Wakil Bupati Tanimbar, Juliana Ch Ratuanak melakukan rangkaian audiensi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan pengembangan infrastruktur transportasi dan sektor pariwisata Tanimbar.
Didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Kemasyarakatan, Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Dinas PTSP Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Wabup melakukan pertemuan strategis dengan Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Pariwisata RI pada 23–24 Juni 2026.
Pada hari pertama, Selasa (23/6), rombongan Pemkab Tanimbar diterima jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda prioritas penguatan konektivitas laut di wilayah Tanimbar.
Beberapa program yang menjadi perhatian yakni pengembangan Pelabuhan Saumlaki sebagai pintu gerbang utama perekonomian Tanimbar, pembangunan pelabuhan baru di Desa Sofyanin Kecamatan Fordata, pengembangan Pelabuhan Wunla Kecamatan Wuarlabobar, serta pengembangan areal sekitar dua hektare yang akan dilengkapi akses jalan baru menuju wilayah Wuarlabobar.
Selain agenda infrastruktur, Wabup Tanimbar juga membawa pesan budaya daerah melalui penyerahan cinderamata kain tenun khas Tanimbar dan miniatur perahu kerajinan tangan dari Desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian.
“Ini adalah identitas kita. Pembangunan infrastruktur modern harus tetap mengangkat dan menghormati akar budaya Duan Lolat,” ujar dr. Juliana
Pada hari kedua, Rabu (24/6), Wabup bersama rombongan melanjutkan audiensi bersama jajaran Kementerian Pariwisata RI untuk mendorong percepatan pengembangan sektor wisata Tanimbar.
Dalam pertemuan tersebut dibahas pengembangan wisata bahari, penguatan ekonomi kreatif, serta strategi pengembangan pariwisata melalui konsep 3A, yakni akses, atraksi, dan amenitas.
Pemkab Tanimbar mendorong agar potensi pantai, pulau-pulau eksotis, kekayaan bawah laut, hingga produk budaya seperti tenun ikat dan kerajinan lokal dapat dikemas menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Konektivitas pelabuhan dan pariwisata adalah dua sayap yang akan membawa Tanimbar terbang tinggi. Kita harus jemput bola ke pusat agar Bumi Duan Lolat tidak lagi terisolir, tetapi menjadi kawasan unggulan di gerbang Indonesia Timur,” kata dr. Juliana.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Pemkab Tanimbar optimistis pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, serta penguatan ekonomi masyarakat dapat menjadi fondasi baru bagi kemajuan daerah.(S-26)