SIWALIMA.id > Berita
Walikota: Smart City Bukan Sekadar Teknologi
Online | Rabu, 4 Februari 2026 pukul 16:47 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, penyelenggaraan kota cerdas atau smart city di Kota Ambon tidak semata-mata berfokus pada pemanfaatan teknologi digital.

Pasalnya, ini merupakan upaya menyeluruh, untuk mentransformasi tata kelola pemerintahan agar lebih etis, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan walikota saat memaparkan capaian dan arah pengembangan Smart City Kota Ambon dalam kegiatan evaluasi penyelenggaraan kota cerdas tahun 2025, yang digelar secara daring melalui zoom dan diikuti oleh perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, serta jajaran Pemkot Ambon, Rabu (4/2)

“Atas nama Pemkot Ambon, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kemenkomdigi, serta seluruh pihak terkait yang telah memberikan kesempatan kepada Kota Ambon untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan kota cerdas,” ucap walikota.

Menurut walikota, evaluasi ini memiliki nilai strategis, karena menjadi ruang refleksi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, khususnya dalam mengidentifikasi dan merumuskan solusi cerdas terhadap berbagai persoalan pelayanan publik.

“Smart City bagi kami adalah bagaimana pemerintah mampu merumuskan langkah-langkah strategis yang cerdas agar Kota Ambon, di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan, tetap bergerak menuju kota yang inovatif dan berkelanjutan,” jelas walikota.

Walikota mengaku, komitmen Pemkot Ambon dalam penyelenggaraan Smart City didukung oleh kebijakan dan regulasi daerah, kesiapan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Visi smart city telah terintegrasi dalam 17 program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2025-2030. Salah satunya adalah program prioritas ke-13, yang secara khusus mendukung pembangunan Ambon sebagai kota cerdas.

“Program ini menegaskan, bahwa konsep smart city harus diimplementasikan secara terintegrasi lintas sektor dan menjadi landasan dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan daerah,” tandas walikota.

Walikota berharap, selama masa kepemimpinannya, seluruh OPD di lingkup Pemkot Ambon dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien, dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai kebutuhan utama dalam pelayanan publik.

Salah satu langkah konkret adalah, peluncuran layanan darurat 112, yang diselenggarakan sesuai arahan Kemenkomdigi. Layanan ini menjadi bagian dari kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan bantuan cepat kepada masyarakat.

“Layanan 112 ini dirancang sebagai sistem respons cepat dan terkoordinasi terhadap berbagai kondisi darurat yang dihadapi masyarakat, dengan melibatkan kepolisian, TNI, PLN, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya,” jelas walikota.

Sejak diluncurkan pada tahun 2025 lanjut walikota, layanan tersebut dinilai mampu memberikan harapan baru bagi masyarakat Kota Ambon dalam mengakses layanan darurat secara mudah, cepat, dan terintegrasi.

Pemanfaatan teknologi informasi harus menjadi alat untuk membangun kolaborasi, memperkuat pelayanan publik, dan menghadirkan pemerintah yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

“Smart city adalah tentang bagaimana pemerintah hadir, melindungi, dan melayani masyarakat secara cerdas,” tandas walikota.(Mg-1)

BERITA TERKAIT