SIWALIMA.id > Berita
Wamen ESDM & Gubernur Bahas Groundbreaking Blok Masela
Daerah , Headline | Selasa, 28 April 2026 pukul 14:32 WIT

AMBON, Siwalima.id - Mimpi masyarakat Maluku agar peng­em­bangan lapangan aba­di Blok Masela di Ka­bupaten Kepulauan Tanimbar semakin nyata.

Hal ini dibuktikan dengan kunjungan Wa­kil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ES­DM) Yuliot Tanjung yang menemui Guber­nur Maluku, Hendrik Lewerissa dengan salah satu agenda, membahas peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional tersebut.

Usai pertemuan secara tertutup dengan Wamen ESDM, Gubernur mengungkapkan salah satu materi pembahasan dalam pertemuan tersebut menyangkut rencana groundbreaking yang diagendakan akan berlangsung di awal Mei nanti.

“Tadi pagi saya berkesempatan dengan wakil Menteri ESDM dan beliau datang membawa kabar gembira kepada kita di Maluku, pastikan groundbreaking akan dilakukan awal Mei nanti,” ucap Gubernur.

Untuk memastikan proses gro­und­breaking berjalan dengan lancar, Gubernur memastikan telah meminta tim terpadu Pena­nganan Dampak Sosial Kemas­yarakatan (PDSK) untuk menye­lesaikan persoalan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Blok Abadi Masela.

Tim terpadu kata Gubernur telah bekerja untuk melakukan iden­tifikasi di lapangan guna memini­malisir hambatan terkait persoalan lahan yang dapat berdampak ada realisasi proyek yang menelan anggaran 350 Triliun tersebut.

Gubernur mengaku telah menyampaikan kepada Wamen ESDM terkait dengan besaran uang pengganti yang nantinya diba­yarkan kepada masyarakat yang selama ini telah berusaha diatas lahan dengan luas 662 hektar itu agar sesuai dengan tingkat ke­puasan.

“Saya tadi sampaikan kepada Wamen sebagian besar lahan yang akan digunakan untuk pengembangan Blok Abadi Masela ditempatkan orang-orang tua turun temurun di hutan dan kemudian negara mengklaim kawasan itu sebagai kawasan hutan apapun statusnya ini, tentu akan me­nim­bulkan benturan karena mereka merasa kita sudah menguasai tanah sebelum adanya negara ini ada dan kalau mau dipakai oleh pemerintah strategis nasional maka harus dengan kompensasi yang wajar,” ucap Gubernur.

Bahkan Gubernur mengaku telah telah berbicara dengan Presiden INPEX sebagai kontraktor yang akan mengelola Blok Masela agar jangan sampai kompensasi kepada masyarakat itu menjadi hambatan dalam pengembangan proyek ini

“Investasi proyek ini mencapai 350 triliun yang cukup besar, jangan soal kompensasi kepada masyarakat menjadi penghambat karena itu saya minta kompensasi harus mendekam kepuasaan masyarakat disana juga,” tegas Gubernur.

Politisi Gerindra Maluku ini memastikan wakil menteri ESDM berada dalam satu visi yang masa dengan pemerintah provinsi Maluku bahwa kepentingan negara maupun kepentingan investor harus diakomodasi sejalan dan seiring dengan kepentingan masyarakat setempat.

“Kita doakan saja supaya proses ini berjalan dengan lancar,” tambahan Gubernur. (S-20)

BERITA TERKAIT