AMBON, Siwalima.id – Informasi terkait ketersediaan BBM, khususnya Pertalite yang mulai berkurang, membuat warga Kota Ambon terlihat panik.
Kepanikan warga itu terlihat dari antrean panjang terjadi pada hampir semua SPBU di Kota Ambon, terutama di SPBU Belakang Kota, Wayame dan Lateri, dan Kebun Cengkeh, Senin (30/3).
Pantauan Siwalima.id di SPBU Belakang Kota sekitar pukul 14.00 WIT terlihat antrean panjang kendaraan yang didominasi sepeda motor maupun mobil hingga angkutan kota. Antrean tersebut bahkan meluber hingga ke badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah.
Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan nyaris lumpuh, karena sebagian badan jalan digunakan pengendara untuk mengantre BBM. Pengguna jalan yang tidak ikut mengantre pun ikut terdampak akibat penyempitan jalur.
Di depan SPBU Belakang Kota misalnya, ruas jalan terlihat menyempit karena dipenuhi kendaraan yang parkir untuk mengantre. Para pengendara terpaksa menurunkan laju kendaraan guna menghindari risiko kecelakaan lalu lintas.
Ongen salah satu pengendara sepeda motor yang mengantri kepada Siwalima.id mengaku, telah mengantre lebih dari 30 menit untuk mendapatkan Pertalite.
“Sebelumnya saya antru di SPBU Kebun Cengkeh, tapi kondisinya sama, antreannya juga panjang, akhirnya saya pindah ke SPBU Belakang Kota, ternyata sama saja,” beber Ongen.
Saat ditanya apakah tak berniat untuk ke SPBU lainnya, menurutnya, pemandangan seperti ini hampir terlihat di seluruh SPBU di Kota Ambon, sehingga dirinya lebih memilih bertahan dalam antrian.
“Semua SPBU antrean panjang, baik di Wayame, Kebun Cengkeh, hingga kawasan lain. Mobil dan motor semua antre, jadi macet, jadi saya tetap antri saja,” tukasnya.
Para pengendara lainnya bahkan mengaku telah menunggu sejak siang hari.
“Saya sudah antri dari jam 13.00 WIT, bahkan ada yang dari jam 10.00 pagi sudah parkir untuk antri, hanya untuk dapat Pertalite,” ungkap mereka.
Mereka berharap, pemerintah dan pihak terkait dapat memastikan ketersediaan stok Pertalite di SPBU agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berdampak pada kemacetan dan aktivitas masyarakat.(Mg-1)