SIWALIMA.id > Berita
MIP Bakal Serap Ribuan Tenaga Kerja
Daerah , Headline | Kamis, 16 April 2026 pukul 14:16 WIT

AMBON, Siwalima - Maluku Integrated Port atau pe­labuhan Maluku terpadu yang akan dibangun di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah dipastikan akan menyerap ribuan te­naga kerja.

Hal ini di­ungkap­kan Gu­ber­nur Ma­luku, Hen­drik Lewe­rissa saat seminar sehari denga­n tema “Maluku Integrated port sebagai Simpul Strategis Logistik Maritim dalam Mendukung Konektivitas dan Efisiensi Sistem Transportasi Kepu­lauan yang berlangsung di Unpatti, Rabu (15/4).

Gubernur menjelaskan rencana pembangunan proyek Maluku Integrated Port (MIP) saat ini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan pasca prefeasibility study yang dilakukan Bank Dunia.

Bahkan tim dari Bank Dunia dan Bappenas kata Gubernur telah turun langsung untuk melakukan sur­vei di lokasi Desa Waai yang nan­tinya menjadi lokasi pemba­ngunan MIP.

“Saya pastikan Bank Dunia sangat ber­semangat untuk mem­bangun Ma­luku Integrated Port di Maluku. Me­ngapa Bank Dunia ingin mensupport pemerintah memba­ngun MIP karena Bank Dunia ingin daerah yang punya sumber keka­yaan alam harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Gubernur.

Gubernur memastikan proses terus berjalan sambil menunggu Bappenas mengakomodir renca­na pembangunan MIP kedalam Blue Book dan Green Book  yang akan memberikan manfaat besar bagi perjuangan Pemerintah Pro­vinsi untuk membangun pelabu­han terintegrasi.

Gubernur mengungkapkan jika rencana pembangunan MIP berjalan sesuai harapan maka, dipastikan akan menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan hampir mencapai 6.500 orang.

“Kalau kita ambil komparasi di Pelabuhan Teluk Tibar di Timor Leste yang juga dibangun Bank Dunia itu menyerap tenaga 5 000 lebih tenaga kerja baru dan untuk MIP kita target antara 6.000 - 6.500 lapangan kerja baru ini good news,” jelas Gubernur.

Untuk menyambut proyek stra­tegis nasional MIP, perguruan tinggi di Maluku khususnya teknik, peri­kanan dan ekonomi untuk memper­siapkan diri sejak dini sebab nantinya MIP akan mem­butuhkan sumber daya manusia yang handal.

Politisi Gerindra Maluku ini me­negaskan jika MIP nantinya tere­alisasi maka peluang transformasi Maluku sangat banyak dan ini menjadi alasannya mengapa Guber­nur Maluku ngotot agar Maluku harus memiliki pelabuhan terintegrasi.

Gubernur menegaskan penem­patan MIP di Pulau Ambon me­mang menjadi perdebatan politik bahkan Gubernur sering di bully oleh banyak aktivis yang belum paham terkait infrastruktur kepelabuhan.

“Banyak orang-orang terutama aktivis dari Serang Barat yang merasa Gubernur menipu mereka, tapi yang pasti pembangunan infrastruktur besar seperti Maluku Integrated Port bukan berdasarkan pertimbangan politis tapi harus berbasis kajian ilmiah,” tegas Gubernur.

Diakuinya Gubernur merupakan wakil pemerintah pusat di daerah dan juga tokoh politik tetapi dalam membuat kebijakan pembangunan tidak boleh semata-mata atas per­kembangan politik atau pertimba­ngan teritorial untuk kepentingan elektoral.

Sebaliknya pembangunan infra­struktur seperti Maluku Integrated Port harus berbasis ilmiah apalagi sudah ada kajian ilmiah dari lembaga seperti Bank Dunia yang menyimpulkan hanya pulau Ambon yang paling ideal untuk memba­ngun MIP. “Kalau ada pikiran-pikiran yang berbeda dengan pemerintah pro­vinsi dalam negara demokrasi itu satu keniscayaan dan sebagai gu­ber­nur, saya tidak pernah merasa ter­ganggu tetapi sebaliknya didis­ku­si­kan dengan santual dalam forum-forum ilmiah,” tandasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT