SIWALIMA.id > Berita
3 Atlet Taekwondo Maluku Tumbang di Laga Perdana PON Beladiri
Online | Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 00:10 WIT

KUDUS, Siwalimanews –  Perjuangan  tiga atlet Taekwondo Maluku di event Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kandas di laga perdana.

Atlet pertama yang tumbang yakni Weliem Manuputy yang turun di kelas under 63 kg harus menerima kekalahan lebih awal dari atlet asal Provinsi Aceh, Bagus Aditya Pratama.

Weliem tak bergeming ketika melawan Bagus Aditya Pratama yang merupakan atlet yang tergabung dalam Pelatnas.

Sementara dua rekannya yang berlaga pada, Selasa (14/10) masing-masing,  Alex Mozes Lainata dan Childa Sherli Lobo, juga mengalami nasib serupa.

Alex yang bertanding di Under 58 kg harus mengakui keunggulan atlet asal Sumatera Utara Anggi Sayputra Steven. Sedangkan atlet putri Maluku Childa Sherli Lobo yang bertarung di kelas Under 57 kg, juga kalah dari atlet Taekwondo asal Jawa Barat Aqila Aulia Rahmadani.

Dengan kekalahan ini, maka untuk Cabor Taekwondo Maluku harus berlapang dada menerima kekalahan dan pulang tanpa hasil.

Pelatih Taekwondo Maluku  Yohanes B Fasak mengaku, kekalahan beruntun yang dialami tiga atlet Maluku memang tak bisa dihindari, bahkan ia mengaku, sejak awal performa para atlet sudah jauh berbeda dengan kondisi lawan-lawan yang datang dari berbagai daerah.

“Jadi dari sisi fisik, teknis dan pengalaman tentunya kita kalah jauh dari lawan-lawan kita. Namun patut disyukuri bahwa momentum ini bisa menjadi pelajaran berharga kepada atlet dan juga kepada kita semua yang terlibat, bahwa proses pembinaan para atlet kedepan menjadi hal mutlak dilakukan,” tandasnya.

Tarung Derajat Juga Kandas

Selain Taekwondo, di Cabor Tarung Derajat, atlet Maluku  juga mengalami kekalahan. Setelah Maikel Jakson Kay lolos ke babak 8 besar, langkahnya pun terhenti karena dikalahkan oleh Nazmin Asary dari  Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meskipun bertarung dalam tiga ronde, langkah Maikel pun terhenti  mengikuti jejak rekannya Deny Wlointoda yang bertarung di kelas tanding 67,1 – 70 kg yang mengalami kekalahan dari lawannya atlet asal DKI Jakarta, Fariduddin Ishafahani, di hari pertama.

Sementara atlet putri Maluku atas nama Agustina Yufita Jamlean di kelas tanding 58,1 – 62 kg juga mengalami kekalahan dari lawannya Arumi Siantiara dari Provinsi Riau dalam pertarungan 2 ronde.

Dengan kekalahan ini, Pelatih Tarung Derajat Maluku Dominggus Jotlely mengaku, tidak berhasilnya para anak asuhannya itu juga tak bisa dihindari, lantaran tiga atlet yang diboyong ke PON Beladiri Kudus 2025 memiliki lawan tanding yang punya kesiapan yang cukup matang.

“Mereka punya jam terbang yang cukup, didukung pula dengan skill dan kesiapan yang matang. Saya kira faktor-faktor ini yang membuat kita memang tidak bisa berbuat banyak,” beber Jotlely.

Meski demikian, Jotlely mengaku, keikutsertaan para atlet ini dapat dijadikan motivasi dan juga pelajaran berharga, bahwa dalam keterbatasan yang dimiliki, mereka masih bisa tampil mewakili daerah di pentas nasional.

Dengan hasil negatif pada dua cabor ini, maka untuk kontingen Maluku yang mengukuti PON Beladiri 2025,  hanya berharap pada empat cabor tersisa masing-masing, Karate, Silat, Kempo, dan Wushu. Keempat cabor ini akan memulai pertandingan pada dua pekan tersisa di PON Beladiri 2025.(*)

BERITA TERKAIT