SIWALIMA.id > Berita
Akhir Februari, Realisasi PAD Capai 32,5 Miliar
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Senin, 9 Maret 2026 pukul 14:53 WIT

REALISASI Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon hingga akhir Februari 2026 telah mencapai Rp32.539.300.756 atau sekitar 17,96 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah tahun ini.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Ambon, Roy de Fretes, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi penerimaan selama dua bulan pertama tahun anggaran 2026, yakni Januari hingga Februari.

“Sampai akhir Februari realisasi PAD kita sudah mencapai 17,96 persen atau sekitar Rp 32,5 miliar,” ujar de Fretes saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan, dari sejumlah komponen pajak daerah, capaian tertinggi sementara berasal dari pajak reklame. Meski memiliki target yang relatif kecil dibandingkan jenis pajak lainnya, realisasinya sudah cukup tinggi.

Dengan target sekitar Rp 6,1 miliar, hingga akhir Februari penerimaan dari pajak reklame telah mencapai sekitar 29,8 persen atau sekitar Rp 1,8 miliar.

Selain pajak reklame, beberapa jenis pajak daerah lainnya yang turut menjadi sumber PAD di antaranya pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan (galian C), serta pajak barang dan jasa tertentu yang terdiri dari lima komponen.

Pemerintah daerah juga memperoleh penerimaan dari opsen pajak kendaraan bermotor yang bersumber dari pemerintah provinsi, serta opsen pajak bea balik nama kendaraan bermotor.

Disamping itu, terdapat pula penerimaan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi salah satu komponen penting dalam pendapatan daerah.

Sementara untuk sektor retribusi, Pemerintah Kota Ambon saat ini masih mengelola retribusi pelayanan persampahan khusus untuk kategori badan usaha.

“Untuk retribusi pelayanan persampahan bagi badan usaha, realisasinya sudah mencapai 18,53 persen atau sekitar Rp 1,2 miliar,” jelasnya.

Pemerintah Kota Ambon berharap realisasi PAD akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi penagihan pajak dan retribusi daerah sepanjang tahun anggaran 2026.(Mg-1)

BERITA TERKAIT