AMBON, Siwalima.id - Aksi unjuk rasa nelayan di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Tanimbar berakhir damai, setelah tercapai kesepakatan pembayaran kompensasi oleh pihak perusahaan, Selasa (31/3).
Aksi yang berlangsung di area shelter PT INPEX Masela itu, menuntut realisasi kompensasi bagi nelayan tangkap yang terdampak aktivitas proyek.
Pengamanan kegiatan dipimpin Wakapolres Tanimbar, Wilhelmus Minanlarat dan melibatkan personel gabungan dari Polres dan Polsek setempat.
Selain menjaga situasi tetap kondusif, aparat kepolisian juga memfasilitasi mediasi antara perwakilan nelayan, pemerintah daerah, dan manajemen perusahaan.
Dialog yang berlangsung menghasilkan kesepakatan, bahwa pihak PT INPEX Masela bersedia memenuhi tuntutan kompensasi yang diajukan nelayan.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian aksi hingga mediasi berjalan aman dan damai. Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujar Wakapolres Tanimbar Welhemus Minanlarat.
Peran kepolisian kata Minanlarat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi fasilitator komunikasi untuk mendorong penyelesaian yang adil.
“Polri hadir sebagai jembatan komunikasi yang netral agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog,” tandas wakapolres.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi insiden saling dorong, namun situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu jalannya kegiatan secara keseluruhan.
Setelah mediasi selesai, massa membubarkan diri secara tertib. Hingga kini, kondisi keamanan di sekitar lokasi aksi dilaporkan tetap kondusif.
Kesepakatan antara nelayan dan perusahaan diharapkan dapat dijalankan secara konsisten dan transparan guna menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah potensi konflik lanjutan di wilayah proyek strategis tersebut.(S-25)