AMBON, Siwalimanews – Hujan lebat yang mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya sejak, Jumat (15/8) hingga Minggu (17/8) mengakibatkan sejumlah lokasi di Kota Ambon mengalami bencana banjir dan longsor serta pohon tumbang.
Dari data yang dihimpun Siwalimanews, akibat hujan deras terjadi banjir dibeberapa lokasi seperti di Desa Poka, tepatnya ruas jalan utama depan Fakultas Kedokteran Unpatti mengalami banjir. Kemudian di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Dinas Pariwisata, akibat genangan air.
Selanjutnya di depan SPN Passo, juga terjadi banjir dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya sejumlah kendaraan roda dua yang melewati lokasi tersebut ada yang mogok. Kondisi tersebut terjadi sejak pukul 14.00 WIT hingga 20.00 WIT.
Selain itu, banjir juga terjadi di Negeri Lama, Waiheru, Mardika, dan Batu Merah. Sementara di Desa Rumatiga, menyebabkan sejumlah kafe dan pertokoan tergenang.
Sejumlah sekolah juga ikut terdampak, antara lain SMP Negeri 13 Passo dan SD Negeri 3 Hative Besar. Proses belajar mengajar terhenti, siswa terpaksa dipulangkan lebih awal.
Tidak hanya banjir, longsor besar juga terjadi di beberapa titik seperti di Gunung Malintang, Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Sabtu (16/8) pada pukul 10.30 WIT. Longsor juga terajdi di Desa Ema, dan Ongkoliong.
Yang paling parah yakni terjadi di ruas jalan Y Syaranamual, Kawasan RT 005 RW 004, Dusun Batu Koneng, Desa Poka, dimana longsor tersebut mengakibatkan ruas jalan lumpuh total.
Saiful Amiludin, salah satu saksi mengungkapkan, sebelum terjadi longsor, ia sempat mendengar suara dentuman keras. Bahkan ia merasakan getaran seperti gempa bumi.
“Awalnya ada bunyi seperti gempa bumi tapi lebih kuat. Lalu tiba-tiba dengar suara gemuruh dan saya keluar ke jalan ternyata pohon rubuh (tumbang), ” tuturnya.

Menurutnya kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIT. Akibat longsor disertai pohon tumbang akses jalan lumpuh total. Sekitar pukul 21.00 WIT pihak kepolisian serta BPBD mengerahkan alat berat untuk membersihkan material loongsor dan pohon yang tumbang.
“Setelah alat berat datang, masyarakat bersama petugas sama-sama berupaya membersihkan pohon yang tumbang, namun karena cuaca karena hujan yang belum berhenti, maka pembersihan hanya sebisa saja, kemudian jalan sudah bisa dilewati tetapi hanya kendaraan roda dua saja, ” jelasnya.
Namun, pada dini hari terjadi longsor susulan yang lebih besar sehingga mengakibatkan akses jalan kembali lumpuh total karena material longsor berupa tanah, batu dan pohon menutupi seluruh badan jalan.
Akibatnya, masyarakat dari arah Waiheru menuju Poka maupun Kota Ambon terpaksa menempuh jalan memutar. Begitu juga dengan masyarakat dari Desa Poka, Waiame yang hendak ke arah Waiheru harus melewati jalan memutar melalui Jembatan Merah Putih.
Kepala Pelaksana Tugas BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan mengungkapkan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menangani berbagai bencana baik longsor maupun banjir yang terjadi di Kota Ambon.
“BPBD berupaya melakukan penanganan darurat dengan memberikan bantuan berupa terpal untuk menutupi lokasi longsor di Gunung Malintang serta memberikan bantuan lainnya yang dibutuhkan masyarakat, “kata Tatipikalawan.
Kemudian, tim gerak cepat BPBD juga telah turun ke lokasi longsor di Dusun Batu Koneng.
“Sejak Sabtu malam tim sudah turun ke lokasi bersama petugas kepolisian dan masyarakat setempat untuk berupaya membersihkan lokasi longsor namun ternyata pada pukul 01.00 WIT terjadi longsor susulan di lokasi tersebut sehingga menutupi seluruh badan jalan, “tuturnya.
Kendati begitu, BPBD tengah berkoordinasi dengan Damkar, DLH, PUPR dan pihak lainnya untuk bersama-sama menangani bencana longsor tersebut.(S-29)