SIWALIMA.id > Berita
Ambon Masuk Kota Uji Digitalisasi Bansos
Ekonomi | Selasa, 14 April 2026 pukul 13:08 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kota Ambon masuk dalam daftar uji coba pe­ne­rapan bansos digital bersama 40 kota kabu­paten lain di seluruh Indonesia di awal 2026.

Sistem ini menggunakan portal digital dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mempercepat distribusi, meminimalkan ke­bocoran dan memastikan tepat sasaran.

“Kita sedang melengkapi berbagai persyara­tan administrasi dan teknis untuk penerapan system ini,” kata Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy dalam rilisnya, Senin (13/4).

Ia menjelaskan sistem ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi serta efisiensi penyaluran bantuan pemerintah.

“Melalui sistem digital, potensi kebocoran dapat diminimalkan, distribusi bantuan menjadi lebih cepat dan penerima manfaat benar-benar sesuai dengan data yang valid,” ujarnya

Selain itu, integrasi antarinstansi menjadi kunci penting untuk menghindari tumpang tindih data, sekaligus mempermudah pengawa­san secara real-time oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, terdapat tiga OPD utama yang me­me­gang peran krusial dalam implementasi program ini.

Dinas Sosial bertindak sebagai leading sector dengan tugas mengelola Data Terpadu Kese­jahteraan Sosial (DTKS), melakukan verifikasi dan validasi calon penerima, serta menyalurkan bantuan.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pen­catatan Sipil berperan memastikan keakuratan data identitas melalui NIK, mencegah data gan­da atau fiktif, serta melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Sosial.

Dinas Kominfosandi bertanggung jawab me­nye­diakan infrastruktur teknologi informasi, me­ngembangkan platform digital bansos, men­jamin keamanan data melalui sistem siber dan enkripsi, serta mengintegrasikan sistem antar dinas terkait.

“Kita menyiapkan sekitar 650 agen yang terdiri dari ASN dan tokoh agama. Mereka akan menjadi penghubung antara sistem digital dan masyarakat,” jelasnya.

Para agen tersebut bertugas melakukan pendataan dan penginputan data warga, membantu verifikasi lapangan, mensosialisasikan program, serta mendampingi masyarakat dalam penggunaan aplikasi bansos digital.

Selain itu, agen juga berperan dalam memberikan edukasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan kejujuran dan keadilan dalam proses pendataan.

“Keberhasilan digitalisasi bansos sangat bergan­tung pada kolaborasi semua pihak, katanya.

Dengan sinergi tersebut, ia optimistis implementasi digitalisasi bansos di Kota Ambon dapat berjalan efektif, transparan dan tepat sasaran.(Mg-1)

BERITA TERKAIT