AMBON, Siwalima.id - Kota Ambon masuk dalam daftar uji coba penerapan bansos digital bersama 40 kota kabupaten lain di seluruh Indonesia di awal 2026.
Sistem ini menggunakan portal digital dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mempercepat distribusi, meminimalkan kebocoran dan memastikan tepat sasaran.
“Kita sedang melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan teknis untuk penerapan system ini,” kata Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy dalam rilisnya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan sistem ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi serta efisiensi penyaluran bantuan pemerintah.
“Melalui sistem digital, potensi kebocoran dapat diminimalkan, distribusi bantuan menjadi lebih cepat dan penerima manfaat benar-benar sesuai dengan data yang valid,” ujarnya
Selain itu, integrasi antarinstansi menjadi kunci penting untuk menghindari tumpang tindih data, sekaligus mempermudah pengawasan secara real-time oleh pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, terdapat tiga OPD utama yang memegang peran krusial dalam implementasi program ini.
Dinas Sosial bertindak sebagai leading sector dengan tugas mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), melakukan verifikasi dan validasi calon penerima, serta menyalurkan bantuan.
Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berperan memastikan keakuratan data identitas melalui NIK, mencegah data ganda atau fiktif, serta melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Sosial.
Dinas Kominfosandi bertanggung jawab menyediakan infrastruktur teknologi informasi, mengembangkan platform digital bansos, menjamin keamanan data melalui sistem siber dan enkripsi, serta mengintegrasikan sistem antar dinas terkait.
“Kita menyiapkan sekitar 650 agen yang terdiri dari ASN dan tokoh agama. Mereka akan menjadi penghubung antara sistem digital dan masyarakat,” jelasnya.
Para agen tersebut bertugas melakukan pendataan dan penginputan data warga, membantu verifikasi lapangan, mensosialisasikan program, serta mendampingi masyarakat dalam penggunaan aplikasi bansos digital.
Selain itu, agen juga berperan dalam memberikan edukasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan kejujuran dan keadilan dalam proses pendataan.
“Keberhasilan digitalisasi bansos sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, katanya.
Dengan sinergi tersebut, ia optimistis implementasi digitalisasi bansos di Kota Ambon dapat berjalan efektif, transparan dan tepat sasaran.(Mg-1)