DOBO, Siwalima.id - Stok beras di Kabupaten Aru habis, sementara harga cabai melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp 250.000/kg.
Pantauan Siwalima di sejumlah toko yang menjual barang kebutuhan masyarakat memang tidak tampak adanya beras.
Toko Cahaya Terang, Agung Cemerlang, Utomo, Sumber Mas, toko Aru Pratama, Citra Baru, Usaha Baru 2 dan Blessing Sejati mengaku stok beras mereka habis.
Stok beras hanya terdapat di toko mitra permai 2, namun jumlahnya sedikit dan tidak bisa bertahan hingga dua atau tiga hari mendatang.
Bahkan ada yang sudah seminggu lalu stok beras yang dimiliki sudah habis diantaranya toko usaha baru 2, toko Utomo, Blessing Sejati, Agung Cemerlang dan took Cahaya Terang.
Menurut mereka stok beras habis dikarenakan sampai sekarang kapal kontainer belum ada yang masuk. Selain itu, ini juga merupakan dampak langsung dari kebijakan menghentikan program tol laut
Erik salah satu pemilik toko menjelaskan harga kontainer setelah tol laut dihentikan naik Rp 3,5 juta menjadi Rp. 26,5 juta dari sebelumnya Rp 23 juta.
Untuk memasukan 3-4 kontener, pihaknya harus persiapkan modal kurang Rp 100 juta lebih.
Waktu tol laut itu kita masih dipermudahkan dengan biaya kontainer yakni Rp 8 juta per kontainer. Kita berharap pemerintah pusat juga dapat melihat dan menyikapi kondisi yang di alami masyarakat di Kabupaten Aru,” pintanya.
Terkait kondisi tersebut, Kadis Perindag Kabupaten Kepulauan Aru, Bernadus Adjaas ketika dikonfirmasi Siwalima melalui hubungan telepon selulernya enggan berkomentar.
Harga Cabai 250 ribu
Selain stok beras yang habis di hamper semua toko besar di Kota Dobo, harga cabai di pasar juga tembus Rp 250.000 kg.
Berdasarkan pantauan Siwalima, harga cabai saat ini tembus Rp. 250 ribu per kilogram. Harga ini justru turun dari pekan sebelumnya dimana dijual dengan harga Rp.300.000/kg
Sejumlah pengusaha rumah makan pun turut merasakan dampak kenaikan harga cabai tersebut.
Fitri salah satu pengusaha rumah makan kepada Siwalima, Selasa (7/4) mengatakan pekan kemarin harga cabai naik sampai Rp 300 ribu/kg.
"Kalau sekarang sudah turun perkilo itu 200-250 ribu dari Minggu kemarin yang ada di harga 300 ribu," ungkapnya.
Kalau dikatakan berat, memang sangat berat, karena setiap harinya kebutuhan cabai sangat banyak, baik untuk bumbu maupun sambel.
Menurutnya, harga cabai naik, tidak mungkin harga makanan naik, dan itu sangat berdampak terhadap usahanya warung makan.(S-11)